Connect With Us

Ada 420 Bangunan Tinggi di Tangsel, Pengelola Diminta Siapkan Mitigasi Kebakaran

Yanto | Selasa, 25 Juni 2024 | 14:16

Simulasi pemadaman kebakaran di gedung tinggi oleh Damkar Kota Tangsel, Senin 24 Juni 2024. (@TangerangNews / Yanto)

TANGERANGNEWS.com-Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menyoroti pentingnya pihak pengelola maupun manajemen gedung tinggi untuk menyiapkan mitigasi bencana kebakaran, seperti memenuhi standardisasi dan tertib administrasi gedung.

Hal itu dikatakannya dalam acara Sosialisasi Standardisasi dan Tertib Administrasi Gedung yang diadakan di Swiss-Belhotel Serpong, Senin 24 Juni 2024

"Ini adalah kegiatan kita untuk sosialisasi penanganan mitigasi bencana kebakaran di gedung-gedung tinggi di Tangsel," ujarnya.

Benyamin menyebut di Tangsel terdapat sekitar 420 bangunan tinggi. Setiap pengelola gedung tinggi harus memastikan Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG) sudah dipahami tim manajemen dan pihak-pihak terkait, untuk mengantisipasi situasi yang tak terduga.

Tim MKKG pada gedung tersebut nantinya memiliki andil penting untuk berkomunikasi langsung dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), untuk segera mengatasi situasi genting, sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan pelayanan publik.

"Manajemen gedung harus berkolaborasi dengan kita dalam pelayanan publik, termasuk apartemen yang dihuni baik oleh penyewa maupun pemilik," jelasnya.

Benyamin pun mengapresiasi peningkatan respon time oleh tim pemadam kebakaran di Tangsel yang saat ini telah mencapai 10 menit, lebih cepat dari standar yakni 15 menit.

"Teman-teman Damkar terus berlatih sehingga respon time kita bisa lebih cepat. Ini sangat penting dalam penanganan kebakaran," tambahnya.

Selain itu, kemampuan peralatan pemadam kebakaran Tangsel pun sangat memadai saat ini.

Satu mobil pemadam kebakaran biasa bisa menjangkau ketinggian hingga 30 meter dengan semprotan air, dan ada pula mobil dengan tangga 42 meter mampu mencapai 60 lantai. 

Namun, mobil dengan tangga 42 meter itu memiliki berat 41 ton kerap terkendala akses di beberapa gedung, karena bisa merusak bangunan jika strukturnya tidak kuat.

Untuk itu, Benyamin menegaskan pengelola atau manajemen gedung harus menyiapkan MKKG, APAR, masker, kotak P3K yang cukup di setiap bangunan. Selain itu juga pelatihan rutin bagi petugas keselamatan gedung menjadi modal utama.

"Latihan yang kontinu sangat diperlukan agar petugas selalu siap menghadapi situasi darurat," tegasnya.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

KOTA TANGERANG
Ada Perbaikan di Jalan Iskandar Muda Neglasari, Pengendara Diimbau Lewat Jalur Alternatif

Ada Perbaikan di Jalan Iskandar Muda Neglasari, Pengendara Diimbau Lewat Jalur Alternatif

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:49

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menyiapkan jalur alternatif bagi pengguna jalan untuk menghindari kepadatan lalu lintas di Jalan Iskandar Muda, Neglasari yang mulai diperbaiki pada Rabu, 12 Agustus 2026.

TANGSEL
Motor Pelajar SMK Dibawa Kabur Wanita Baru Dikenal Lewat Aplikasi Kencan, Ditangkap di Ciputat Tangsel

Motor Pelajar SMK Dibawa Kabur Wanita Baru Dikenal Lewat Aplikasi Kencan, Ditangkap di Ciputat Tangsel

Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:28

Seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berinisial SY, 18, di Kembangan, Jakarta Barat, harus kehilangan sepeda motornya setelah teperdaya oleh seorang wanita yang baru dikenalnya melalui aplikasi kencan daring.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill