Connect With Us

KPU Tangsel Diskusi Bersama Awak Media Soal Pilkada Serentak 2024

Yanto | Jumat, 1 November 2024 | 21:43

KPU Kota Tangsel menggelar media gathering dalam rangka berdiskusi dan kolaborasi media untuk mewujudkan Pilkada Tangsel yang berintegritas, Kamis 31 Oktober 2024. (@TangerangNews / Yanto)

TANGERANGNEWS.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel)  menggelar media gathering dalam rangka berdiskusi dan kolaborasi media untuk mewujudkan Pilkada Tangsel yang berintegritas.

Kegiatan tersebut diikuti puluhan wartawan dari media cetak, online, elektronik dan Komisi Penyiapan Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Banten, bertempat di Lubana Sengkol Restaurant, Kota Tangsel, Kamis 31 Oktober 2024.

Ketua KPU Tangsel Muhammad Taufiq Mz menyampaikan, media gathering ini merupakan pertama kali dilaksanakan selama tahapan Pemilu 2024.

"Kami ucapkan selamat datang teman-teman media. Semoga selalu bersinergi dengan KPU Tangsel," kata Taufiq.

Ia menuturkan, peran media penting dalam menyukseskan Pemilu 2024, utamanya dalam memberikan edukasi politik terhadap masyarakat.

"Ayo kita bersama-sama sukseskan Pemilu serentak 2024, dan tangkal berita hoaks," tegasnya.

Divisi Pengawasan Isi Siaran KPID Banten Hazairin menyampaikan acara tersebut bertujuan memperkuat kolaborasi media untuk memastikan pelaksanaan Pilkada yang jujur, adil dan sesuai regulasi.

Ia, menyampaikan pandangannya mengenai peran penting media dalam menjaga netralitas selama masa kampanye, menyoroti ketentuan ketat mengenai iklan kampanye yang berlaku mulai 13 hingga 23 November 2024. 

"Kami berharap teman-teman penyiaran dapat memperhatikan anjuran, serta aturan terkait durasi dan jumlah spot iklan kampanye untuk televisi dan radio masing-masing diperbolehkan 10 spot, dengan durasi 60 detik untuk radio dan 30 detik untuk televisi," jelas Hazairin.

KPID Banten juga mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah pengaduan masyarakat terkait konten kampanye selama tahun 2024. 

"Masyarakat lebih peka terhadap konten kampanye yang tidak sesuai, terutama terkait kampanye di luar jadwal resmi. Kami menerima berbagai aduan dari masyarakat yang merasa terganggu dengan kampanye berlebihan atau tidak sesuai aturan." ujarnya.

Pengaduan masyarakat tersebut, lanjut Hazairin, mencakup laporan terkait pelanggaran jadwal kampanye oleh beberapa pasangan calon, baik dalam Pemilihan Gubernur maupun Pilkada tingkat kota. 

Semua laporan ini dianalisis dengan koordinasi bersama Bawaslu, KPU, dan Dewan Pers, sebagai bagian dari kesepakatan empat lembaga pengawas dalam memastikan pelaksanaan Pilkada yang berkualitas. 

"KPID berkomitmen untuk hanya menindak lembaga penyiaran yang melanggar ketentuan, bukan pasangan calon. Tugas kami memastikan lembaga penyiaran mematuhi aturan kampanye di media," imbuhnya.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

KOTA TANGERANG
2 Residivis Kambuhan Curi 7 Motor di Tangerang hingga Jakarta

2 Residivis Kambuhan Curi 7 Motor di Tangerang hingga Jakarta

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:55

Tim Jatanras Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota berhasil membekuk dua pria spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap beraksi di wilayah Tangerang hingga Kalideres, Jakarta Barat.

TEKNO
Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:21

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan pelayanan publik berbasis digital tetap berjalan lancar. Pemkot juga menjamin seluruh data pribadi masyarakat berada dalam kondisi aman

OPINI
Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:42

Wacana redefinisi korupsi yang dilemparkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memicu kegaduhan baru di ruang publik. Pemerintah mengusulkan agar penegakan hukum tindak pidana korupsi bergeser mengikuti standar global

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill