Mahasiswa Gelar Demo di Tiga Titik Hari Ini, Polisi Turunkan Ribuan Personel Pengamanan
Senin, 4 Mei 2026 | 11:52
Massa mahasiswa dari berbagai kampus dan elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Senin, 4 Mei 2026, siang.
TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang (Tangsel) menargetkan ada 70 dapur umum untuk memfasilitasi layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.
"Saat ini, Tangsel baru memiliki dua dapur umum serupa, yaitu di Lengkong Wetan, Kecamatan Serpong dan Ciputat. Ke depannya, ditargetkan akan ada 70 dapur umum," ujar Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan saat meninjau langsung dapur umum di Lengkong Wetan, Rabu 12 Februari 2025.
Menurut Pilar, dapur umum ini merupakan Dapur Badan Gizi Nasional yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Nasional (SPPG).
"Hari ini saya meninjau langsung dapur umum BGN yang baru diresmikan. Ini langkah baik dalam upaya pemenuhan gizi masyarakat di Tangsel. Dapur ini bisa menjadi percontohan karena sudah dikelola dengan standar yang baik," ujar Pilar.
Meskipun sudah memenuhi standar kelayakan, Pilar menegaskan masih ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan yang tentunya nanti akan didukung penuh oleh Pemkot Tangsel.
Namun, keberadaan dapur ini diharapkan menjadi percontohan dalam penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat Tangsel, terutama untuk anak-anak sekolah.
"Sebenarnya dapur ini sudah memenuhi standar kelayakan ya, tinggal nanti beberapa hal ditambahkan yang mungkin nanti atas arahan Bapak Wali Kota Tangsel (Benyamin Davnie), apa support yang bisa dilakukan dari Pemkot Tangsel untuk melengkapi," kata dia.
Dapur gizi ini memiliki kapasitas besar dan akan menjadi salah satu pusat penyedia makanan bergizi gratis di Tangsel untuk mendistribusikan makanan bergizi ke tujuh sekolah di sekitarnya.
Massa mahasiswa dari berbagai kampus dan elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Senin, 4 Mei 2026, siang.
TODAY TAGSejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews