KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Seorang pria paruh baya tewas mengenaskan dengan kondisi bersimbah darah di Jalan Masjid Darussalam, RT04/14, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu 30 April 2025.
Korban diketahui bernama Narun, 65. Dia ditemukan tewas tergeletak dengan luka bekas sabetan senjata tajam di depan sebuah warung Sembako, sekira pukul 10.00 WIB.
Sejumlah personel Kepolisian mendatangi lokasi guna penyelidikan. Sedang jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Lokasi kejadian pun telah ditutup dengan dipasangi garis polisi.
"Tadi kita mendapat laporan sekitar jam 10.40 WIB," terang petugas Binamas dari Polsek Pamulang Aiptu Syaprudin.
Di lokasi kejadian nampak ceceran darah masih terlihat di depan warung Sembako.
Dalam video yang beredar, tubuh korban telentang persis di depan warung dengan badan bersimbah darah.
Beberapa saksi dari warga mengatakan, korban dihabisi oleh seorang pria yang diketahui masih ada hubungan keluarga dengan korban.
Peristiwa pembunuhan berlangsung singkat, pelaku disebutkan melarikan diri usai melakukan aksinya.
Sampa berita ini tayang, pihak Kepolisian belum memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGPolresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026
Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang berlangsung sejak awal September 2026 mulai mereda. Namun, paparan abu vulkanik yang sebelumnya menyebar ke sejumlah wilayah tetap perlu menjadi perhatian karena dapat berdampak pada kesehatan
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews