Connect With Us

Ada 538 Kasus Suspek Campak Rubella di Tangsel, Orang Tua Diimbau Lengkapi Imunisasi Anak

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 5 November 2025 | 19:41

Imunisasi Campak Rubella di Tangsel. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat terkait tingginya kasus suspek Campak Rubella (Measles Rubella) di wilayah tersebut.

Hingga 31 Oktober 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel mencatat total 538 kasus suspek dengan 66 kasus positif campak dan 9 kasus positif rubella.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel dr. Allin Hendallin Mahdaniar mengungkapkan sebagian besar kasus terjadi pada anak usia 1–4 tahun yang memiliki status imunisasi tidak lengkap atau bahkan belum mendapatkan imunisasi sama sekali.

"Sebagian besar kasus terjadi pada anak usia 1–4 tahun yang memiliki status imunisasi tidak lengkap atau belum mendapatkan imunisasi sama sekali," kata dr. Allin, Rabu 5 November 2025.

dr. Allin menjelaskan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat menular. Virus ini dapat menyerang hampir 100 persen anak yang belum memiliki kekebalan, dan penularan dapat terjadi dengan cepat di lingkungan yang tidak terlindungi oleh imunisasi.

Meskipun sebagian besar penderita campak bisa sembuh tanpa pengobatan khusus, dr. Allin memperingatkan bahwa anak di bawah 5 tahun, penderita malnutrisi, dan penderita gangguan kekebalan tubuh berisiko tinggi mengalami komplikasi berat yang dapat menyebabkan kematian.

Komplikasi tersebut meliputi diare berat, Pneumonia, hingga Subacute Sclerosing Panencephalitis (SSPE) dan kebutaan.

 

Pemkot Tangsel Gencarkan Respons Cepat dan Imunisasi

Untuk menanggapi kondisi ini, Pemkot Tangsel langsung melakukan serangkaian langkah kesiapsiagaan:

  • Peningkatan Cakupan Imunisasi dan Survei Cepat Komunitas (SCK) untuk memastikan status imunisasi anak.
  • Penguatan sistem surveilans, investigasi kasus, dan pelacakan kontak.
  • Penyediaan fasilitas kesehatan dan rumah sakit yang siap menangani pasien campak sesuai pedoman Kemenkes.

Dinkes Tangsel mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak menunda imunisasi anak meski dalam kondisi sehat, serta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala awal campak seperti demam tinggi (lebih dari 38°C) selama lebih dari 3 hari, disertai batuk, pilek, dan munculnya ruam kemerahan yang dimulai dari belakang telinga.

"Campak dapat dicegah dengan imunisasi. Vaksin campak, termasuk vaksin MR (Measles Rubella), terbukti efektif dalam memberikan perlindungan," pungkas dr. Allin, mendesak orang tua untuk segera melengkapi jadwal imunisasi anak.

KAB. TANGERANG
Pria Ditemukan Tewas dengan Usus Terburai di Sepatan, Diduga Korban Pembunuhan Bermotif Dendam

Pria Ditemukan Tewas dengan Usus Terburai di Sepatan, Diduga Korban Pembunuhan Bermotif Dendam

Sabtu, 3 Oktober 2026 | 22:18

Warga Kampung Bayur, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, dihebohkan oleh penemuan sesosok mayat pria pada Jumat malam 2 Oktober 2026.

OPINI
Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Jumat, 18 September 2026 | 20:40

Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill