Connect With Us

Siapkan Anggaran Khusus, Pemkot Tangsel Gandeng BRIN dan ITI Atasi Masalah Air Lindi Sampah

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 6 November 2025 | 21:25

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Serpong Utara, Rabu 5 November 2025. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Institut Teknologi Indonesia (ITI) untuk mencari solusi pengangkutan dan penanganan cairan limbah hasil timbunan sampah di TPA Cipeucang.

Kolaborasi strategis ini disampaikan oleh Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik di Serpong Utara, Rabu 5 November 2025.

Menurut Benyamin, persoalan air lindi atau leachate menjadi perhatian mendesak karena potensinya mencemari lingkungan dan meresahkan masyarakat.

"Kami menaruh perhatian serius dalam mengatasi persoalan air lindi atau cairan hasil timbunan sampah yang juga meresahkan masyarakat," demikian ditegaskan dalam rapat tersebut.

Benyamin menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan anggaran khusus untuk mendukung program kolaborasi ini. Dengan melibatkan BRIN dan ITI, diharapkan penanganan air lindi dapat dilakukan secara ilmiah, efektif, dan berkelanjutan.

Langkah proaktif ini dilakukan seiring dengan upaya Pemkot Tangsel menghadapi tantangan pengelolaan sampah, terutama menjelang rampungnya proyek strategis nasional PSEL Jatiwaringin dalam dua tahun ke depan.

Benyamin juga menyatakan siap untuk berkolaborasi lintas daerah dalam mengatasi persoalan sampah sebelum pembangunan PSEL Jatiwaringin selesai.

"Makanya saya ingin membangun kerjasama dengan kota lain atau kabupaten lain, dan itu dimungkinkan secara peraturan perundang-undangan," ujar Benyamin.

Menurut Benyamin, saat ini Pemkot Tangsel tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa daerah lain, di antaranya Kota dan Kabupaten Bogor, sebagai langkah sementara untuk pengelolaan sampah.

Ia menambahkan, pengelolaan sampah masih menjadi tantangan besar, apalagi menjelang target pembangunan fasilitas PSEL Jatiwaringin yang menjadi proyek strategis nasional tersebut rampung dua tahun ke depan. 

Oleh karena itu, Benyamin berharap akan ada dukungan dari pemerintah pusat agar percepatan kerja sama antar daerah ini bisa berjalan lebih lancar, tanpa mengandalkan APBD daerah.

"Saya sih berharap ada bantuan ya, tapi selama ini ya kita yang bekerja jalan sendiri, penganggaran APBD sendiri, cuma kalau PSEL ini kan kita juga sudah menganggarkan untuk pengangkutan sampahnya sesuai asumsi saya dengan Perpres yang lama saja," jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni yang memimpin rapat koordinasi menegaskan, pihaknya siap memfasilitasi kerja sama antara pemerintah daerah di Tangerang Raya dan pemerintah pusat, termasuk dalam penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) lintas kabupaten/kota.

"Kita menyatakan kesiapannya atau menyampaikan progres-progres yang telah dilakukan, dan kemudian juga kita membahas beberapa permasalahan-permasalahan yang harus segera kita carikan solusinya," jelas Andra.

Andra menyebut, selain Tangerang Raya, kawasan Serang Raya juga akan menjadi lokasi pengembangan Waste to Energy (WTE) tahap kedua, menyesuaikan kapasitas dan volume sampah di wilayah tersebut.

TEKNO
Baterai Bekas Jangan Dibuang Sembarangan, AZKO Ajak Masyarakat Kelola Limbah Elektronik

Baterai Bekas Jangan Dibuang Sembarangan, AZKO Ajak Masyarakat Kelola Limbah Elektronik

Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:46

Baterai menjadi salah satu benda yang digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Mulai dari remote, jam, mouse, senter hingga mainan, berbagai perangkat membutuhkan baterai agar dapat berfungsi.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Meritokrasi Tanpa Jiwa

Meritokrasi Tanpa Jiwa

Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33

Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill