Connect With Us

Atasi Krisis Sampah, Kota Tangsel Adopsi Metode Pengelolaan Sampah Bali

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 15 Januari 2026 | 22:14

Pembuatan Teba Komposter di Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangsel untuk mengatasi masalah sampah. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan berbagai upaya untuk mengatasi krisis sampah di wilayah tersebut.

Kali ini dengan memanfaatkan metode Teba Komposter, sebagai solusi pengelolaan sampah organik berbasis lingkungan.

Diketahui, metode ini merupakan inovasi masyarakat Bali dan telah diterapkan di sejumlah wilayah di Pulau Dewata tersebut.

Teba sendiri berasal dari bahasa Bali yang berarti bagian bawah/belakang rumah. Sebab, metode tersebut memanfaatkan halaman belakang rumah, untuk mengurai sampah organik rumah tangga hingga menjadi kompos.

Secara teknis, Teba Komposter dibuat menyerupai sumur dengan kedalaman sekitar 2,5 meter. Jika berbentuk kotak, ukurannya sekitar 1x1 meter, sementara untuk bentuk bulat memiliki diameter sekitar 80 sentimeter.

Dari satu teba ukuran 2,5 meter bisa menampung hingga 2,5 ton sampah organik. Nantinya sampah akan menyusut hingga 70 persen.

Artinya, dari 1 ton sampah, hasil akhirnya sekitar 300 kilogram dalam waktu penguraian yang berlangsung sekitar 6-8 bulan, tergantung jenis sampah organik yang dimasukkan.

Hendra, Camat Pondok Aren mengatakan sebagian besar sampah yang dihasilkan masyarakat berasal dari sampah organik, seperti sisa makanan dan dedaunan.

Oleh karena itu, pengelolaan sejak dari rumah menjadi kunci dalam mengatasi persoalan sampah perkotaan.

“Kalau sampah organik bisa dikelola di lingkungan masing-masing melalui Teba Komposter, maka sampah yang harus diangkut ke TPA akan jauh berkurang. Ini solusi sederhana tapi dampaknya besar,” ujarnya, Kamis 15 Januari 2026.

Hendra menilai metode Teba Komposter efektif karena mampu mengurangi volume sampah organik secara signifikan, yang selama ini mendominasi timbunan sampah harian. 

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel, lebih dari 60 persen sampah rumah tangga merupakan sampah organik, sehingga pengelolaan di tingkat sumber menjadi kunci pengurangan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Nantinya, hasil penguraian berupa pupuk organik atau kompos berkualitas itu bisa dimanfaatkan oleh Penggiat Lingkungan Tangsel sebagai media tanam dan pupuk untuk program Tamsiruga (Tanaman Konsumsi Rumah Tangga), ataupun dipergunakan untuk tanaman di taman lingkungan.

Pemerintah Kecamatan Pondok Aren pun mengajak seluruh kelurahan, RW, dan RT untuk menjadikan Teba Komposter sebagai bagian dari budaya pengelolaan sampah sehari-hari.

“Ini bukan program sesaat, tapi gerakan jangka panjang. Kita ingin Pondok Aren menjadi wilayah yang mandiri dalam mengelola sampahnya,” tegas Hendra.

Hendra menjelaskan keberhasilan Teba Komposter sangat bergantung pada partisipasi warga dalam memilah sampah dari rumah.

“Tidak cukup hanya menyediakan komposter, yang terpenting adalah perubahan perilaku. Sampah harus dipilah sejak dari sumbernya, baru sistem ini bisa berjalan optimal,” katanya.

Dengan penguatan program Teba Komposter dan sinergi Bank Sampah, Kecamatan Pondok Aren diharapkan mampu berkontribusi signifikan dalam menekan volume sampah di Kota Tangsel sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat dan berkelanjutan.

SPORT
Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 07:04

Spanyol berhasil merebut trofi Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di New Jersey, Amerika Serikat, Senin, 20 Juli 2026, dini hari WIB.

TANGSEL
Polda Metro Jaya Tegaskan Kasat Narkoba Polres Tangsel Tidak Terlibat Jaringan Narkotika, Namun Tetap Diperiksa Propam

Polda Metro Jaya Tegaskan Kasat Narkoba Polres Tangsel Tidak Terlibat Jaringan Narkotika, Namun Tetap Diperiksa Propam

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:50

Polda Metro Jaya memberikan klarifikasi terkait perkembangan penyidikan kasus kepemilikan dan peredaran narkotika jenis etomidate yang menjerat sejumlah tersangka.

KOTA TANGERANG
Akui Kemacetan Tak Bisa Diatasi Sepenuhnya, Maryono Minta Petugas Dishub Perbanyak Hadir di Jalan

Akui Kemacetan Tak Bisa Diatasi Sepenuhnya, Maryono Minta Petugas Dishub Perbanyak Hadir di Jalan

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:21

Wakil Wali Kota Tangerang Maryono mengakui kemacetan lalu lintas belum dapat dihilangkan sepenuhnya.

TEKNO
Simak Tips Cegah Kejahatan Digital dan Deteksi Hoaks di Medsos

Simak Tips Cegah Kejahatan Digital dan Deteksi Hoaks di Medsos

Senin, 27 Juli 2026 | 20:21

Di tengah masifnya penggunaan media sosial dan layanan digital, ancaman kejahatan siber kian mengintai celah keamanan finansial masyarakat.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill