TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mencatatkan kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 84,81 per Januari 2026.
Data tersebut diikuti dengan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di wilayah tersebut menjadi 5,09 persen.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangerang Selatan TB Asep Nurdin menyatakan bahwa capaian IPM 84,81 ini merupakan yang tertinggi di Provinsi Banten.
Kenaikan ini diklaim sebagai dampak dari integrasi program peningkatan kompetensi tenaga kerja dan penguatan ekonomi tingkat kelurahan.
"Fokus pemerintah adalah memastikan pertumbuhan ekonomi berdampak pada kualitas kesehatan, pendidikan, dan standar hidup warga," kata Asep, Senin 26 Januari 2026.
Pada sektor ketenagakerjaan, angka pengangguran di Tangsel tercatat turun sebesar 0,72 persen, dari sebelumnya 5,81 persen menjadi 5,09 persen pada awal tahun ini.
Asep menjelaskan, penurunan ini dipengaruhi oleh program pelatihan lintas sektoral yang dinamakan skema D3 (Dilatih, Disertifikasi, dan Ditempatkan).
Program tersebut ditujukan bagi angkatan kerja muda untuk mendapatkan sertifikasi keahlian yang disesuaikan dengan kebutuhan industri di kawasan penyangga Jakarta.
"Skema D3 diperkuat untuk meningkatkan daya serap sumber daya manusia lokal di sektor industri," tambahnya.
Selain program ketenagakerjaan, Pemkot Tangsel juga mengaktifkan 54 Koperasi Kelurahan Merah Putih serta memberikan fasilitasi sertifikasi halal gratis bagi pelaku usaha mikro.
Langkah ini bertujuan untuk memperkuat sektor ekonomi informal agar memiliki daya saing yang setara dengan sektor formal.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), performa pembangunan manusia di Tangsel saat ini masuk dalam kategori "Sangat Tinggi" jika dibandingkan dengan rata-rata kabupaten/kota lainnya di wilayah Provinsi Banten.