TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan mencatat penurunan angka prevalensi stunting hingga mencapai 8,2 persen pada tahun 2026. Angka ini dilaporkan telah berada di bawah rata-rata target nasional.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan TB Asep Nurdin menyatakan capaian tersebut merupakan hasil dari sinergi lintas sektor, mulai dari pendampingan di tingkat keluarga hingga pemanfaatan teknologi digital untuk edukasi kesehatan.
"Angka stunting saat ini berhasil ditekan hingga 8,2 persen. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras berbagai pihak, termasuk kader PKK, perangkat kecamatan, hingga kelurahan yang memastikan intervensi tepat sasaran," ujar Asep dikutip Senin, 20 Juli 2026.
Pemkot Tangsel menerapkan strategi penanganan stunting yang menyasar dua arah, yakni hulu dan hilir.
Di sisi hulu, fokus diarahkan pada masa pra-kehamilan dan masa kehamilan dengan memperketat pengawasan kesehatan ibu serta pemberian edukasi bagi calon pengantin.
Sementara di sisi hilir, intervensi dilakukan melalui pemberian makanan tambahan serta pemantauan berkala bagi balita di Posyandu selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menegaskan peran aktif masyarakat dalam memanfaatkan layanan kesehatan menjadi faktor krusial dalam keberlanjutan program ini.
"Pencegahan harus dimulai sejak persiapan kehamilan. Kami terus mengoptimalkan layanan kesehatan ibu dan anak, namun keberhasilannya tetap bergantung pada kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta rutin membawa balita ke Posyandu," kata Benyamin.
Digitalisasi Edukasi dan Infrastruktur
Dalam upaya menyasar generasi muda dan pasangan baru, Diskominfo Kota Tangerang Selatan menggunakan platform multimedia untuk menyampaikan informasi medis terkait stunting.
Langkah ini diambil untuk menekan persebaran informasi keliru (mitos) terkait pola asuh yang kerap ditemukan di media sosial.
Konten edukasi yang diproduksi berupa infografis, video pendek, dan siniar (podcast) kesehatan yang melibatkan tenaga medis.
Selain itu, Pemkot Tangsel mengintegrasikan penyebaran informasi dengan penyediaan infrastruktur internet melalui program "Smart Kampung" atau "Smart Kelurahan".
Fasilitas internet gratis di ruang publik tersebut ditujukan untuk mempermudah kader posyandu dan warga dalam mengakses aplikasi pelaporan gizi serta mengikuti kelas pengasuhan anak secara daring.
"Dengan akses internet yang tersedia hingga ke tingkat RT/RW, kami ingin memastikan literasi kesehatan dapat tersampaikan secara merata tanpa terkendala infrastruktur," pungkas Asep.