Connect With Us

Sambut Lebaran, Disperindag Tangsel Gelar Bazar Murah

| Jumat, 20 Juli 2012 | 17:21

Sejumlah warga sedang mengantre di sebuah bazar murah (lustrasi). (Ist / Ist)

TANGERANG-Menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, biasanya selalu dibarengi dengan kenaikan harga kebutuhan pokok. Bagi mereka yang berpenghasilan menengah ke atas, kenaikan harga tentu tak terlampau membuat mereka risau. Tapi bagi kalangan menengah ke bawah apalagi yang masuk kategori kurang mampu, kenaikan harga membuat pusing tujuh keliling. Bukannya menikmati Ramadhan dan Lebaran, momentum tahunan itu justru membuat mereka menderita.

Namun, bagi masyarakat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) khusunya yang tidak mampu, ada sedikit kabar gembira menjelang Lebaran tahun ini. Pasalnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan berencana menggelar bazaar murah berupa barang kebutuhan pokok. Ada minyak goring, gula, beras dan aneka kebutuhan lainnya.

Menurut Ketua Pelaksana Teknis Kegiatan Yan Yan Yanuar, bazaar murah akan dilakukan pada tanggal 8 Agustus 2012 mendatang. Tempatnya di Lapangan Walikota Tangsel, Kecamatan Pamulang. Menurut rencana bazar akan dilakukan selama satu hari mulai pukul 8.00 hingga pukul 16.00 dan dibuka langsung Walikoya Tangsel Airin Rachmi Diany.

“Bazar ini kami selenggarakan memang untuk membantu masyarakat khususnya yang berpenghasilan rendah dalam menyambut Idul Fitri,” kata Yan Yan.

Libatkan Apersindo  

Untuk memaksimalkan bazaar yang sudah memasuki tahun keempat ini, Disperindag Kota Tangsel akan menggandeng pengusaha retail yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Asperindo). Total sudah ada tujuh perusahaan yang berminat di antaranya Carrefour, Hypermart, Lotte Mart, Alfamart, Indomaret dan Superindo. Masing-masing perusahaan ini kata Yan Yan akan diberi jatah untuk menyediakan paket bazaar sebanyak 500 paket.

“Berapa nilai per paketnya belum kita putuskan, tapi mereka (Aperindo, red) mengatakan bahwa
harganya akan jauh lebih murah hingga 50 persen dibanding harga pasar,” tambah Yan Yan.

Selain dari Asperindo, kalangan swasta yang berniat ikut ambil bagian dalam bazaar ini adalah pengusaha yang tergabung dalam Ikatan Minyak Goreng Indonesia (IMI) dan Industri Kecil Menengah (IKM). Mereka akan menjual produk sesuai dengan yang selama ini dijual di pasaran.

Yan Yan menambahkan, disamping kalangan swasta, Dinas Perindsutrian dan Perdagangan Kota Tangsel juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten untuk ikut terlibat dalam bazaar tersebut. Komoditas yang diminta dari Provinsi Banten adalah minyak goreng sebanyak 3.000 liter, beras enam ton dan gula pasir tiga ton.

“Surat permohonannya sudah kami kirim, mudah-mudahan bisa disetujui,” kata Yan Yan.

Gunakan Sistem Kupon

Bazar murah yang dilakukan Disperindag Tangsel sebetulnya dilakukan setiap tahun. Untuk saat ini merupakan tahun yang keempat. Selama penyelenggaraan bazaar, antusiasme masyarakat yang datang sangat besar. Sehingga waktu penyelenggaraan yang semula dijadwalkan hingga sore hari tapi pada siang hari semua barang ludes terjual.

Namun yang disayangkan, para pembeli itu bukan dari kelompok tidak mampu. Kebanyak mereka datang untuk membeli barang lalu dijual kembali. Alhasil, bazaar yang awalnya ditujukan untuk masyarakat golongan ekonomi lemah menjadi kurang tepat sasaran.

“Karena tahun-tahun lalu kita tidak menggunakan sisitem kupon. Jadi siapa saja boleh beli. Walaupun sudah menggunakan system antrean, tapi tetap saja banyak yang datang bukan dari masyarakat kurang mampu,” tandas Yan Yan.

Nah, tidak mau kejadian tahun lalu terulang, untuk tahun ini kebijakan diubah dengan menggunakan system kupon. Jadi, mereka yang membawa kupon lah yang akan dilayani pada saat datang membeli produk. “Yang nggak ada kupon ya nggak bisa,” tandas Kepala Seksi Promosi Usaha Disperindag Tangsel ini.

Menurut Yan yan, pihaknya berencana akan menerbitkan kupon hingga lebih dari 9.000 buah. Asumsinya 3.500 kupon untuk paket yang dijual oleh Asperindo, dan sisanya untuk pembelian dari barang yang disuplai oleh Provinsi Banten berupa beras, minyak goreng dan gula pasir.

Khusus untuk barang yang disubsidi oleh Pemprov Bante, untuk satu kupon nantinya hanya cukup untuk membeli satu paket barang yang terdiri dari satu kilogram gula pasir, satu liter minyak goreng dan dua kilogram beras. Sedangkan untuk paket yang disediakan oleh Aperindo, kata Yan yan diserahkan ke masing-masing perusahaan. “Biasanya juga kebutuhan pokok dan kebutuha Lebaran,” katanya.

Lalu bagaimana dengan distribusi kupon? Yan Yan menjawab akan disebar ke 54 kelurahan yang ada di Tangsel. Tentu saja pihaknya, kata laki-laki berkaca mata ini akan melibatkan Kecamatan dan Kelurahan. Teknisnya, pihak kecamatan dan klurahanlah yang akan membagikan kuponnya karena lebih tahu dengan kondisi warga yang sesungguhnya.

“Kami di Disperindag hanya mencetak kupon, kemudian kelurahan dan kecamatan yang akan membagikan,” pungkas Yan Yan. (ADV)
 

KAB. TANGERANG
Polisi Berlakukan One Way di Puncak arah Bogor, Perantau Jabodetabek dan Banten Diminta Cari Jalan Alternatif

Polisi Berlakukan One Way di Puncak arah Bogor, Perantau Jabodetabek dan Banten Diminta Cari Jalan Alternatif

Rabu, 25 Maret 2026 | 22:01

Bagi para perantau yang hendak kembali ke Jabodetabek dan Banten, sebaiknya pertimbangkan ulang untuk melintasi jalur Puncak.

TOKOH
Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:51

Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Informasi tersebut disampaikan sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, dikutip dari Kompas.

OPINI
Idul Fitri dan Matinya Hak Berijtihad di Bawah Stempel Negara

Idul Fitri dan Matinya Hak Berijtihad di Bawah Stempel Negara

Selasa, 24 Maret 2026 | 18:37

Ramadan 1447 Hijriah (2026) baru saja membasuh spiritualitas kita, namun ia menyisakan residu kegelisahan yang melampaui urusan ibadah. Di tengah gema takbir yang bersahutan, publik disuguhi tontonan otoritas keagamaan yang tak lagi sekadar memandu

HIBURAN
Bukan Cuma Opor, Tradisi Makan Bakso saat Lebaran Ternyata Sudah Ada Sejak 1981

Bukan Cuma Opor, Tradisi Makan Bakso saat Lebaran Ternyata Sudah Ada Sejak 1981

Senin, 23 Maret 2026 | 22:37

Opor, ketupat, dan aneka kue kerap menjadi menu utama saat Hari Raya Idulfitri. Namun setelah terasa dengan sajian khas Lebaran, banyak warga justru beralih mencari semangkuk bakso hangat.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill