Connect With Us

Disperindag Tangsel Dongkrak Omzet IKM dengan Label Halal

| Selasa, 25 September 2012 | 20:00

Peta Tangsel (tangerangnews / dira)

Reporter : Dira Derby

TANGERANG
-Banyaknya ritail dan toko modern menyumbang masuknya berbagai jenis produk. Disinyalir, keadaan ini membuat Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kota Tangsel diakui sulit berkembang. Untuk itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel mendorong agar IKM ini mendapatkan pangsa pasar di daerahnya.
 
"Kita memberikan fasilitasi label halal kepada IKM-IKM yang tengah berkembang di Kota Tangsel," kata Nurhayati, Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian Disperindag Kota Tangsel, Selasa (25/9).
 
Dikatakan Nurhayati, program ini dilakukan sejak 2011 hingga saat ini. Yakni dengan mengumpulkan para pelaku IKM tersebut untuk mendapatkan fasilitasi pengurusan label sertifikasi halal dari MUI. "Tahun 2011 jumlahnya ada 41 pelaku IKM, dan 2012 40 IKM yang kita bantu mendapatkan sertifikasi halal," jelasnya.
 
IKM yang dibantu dalam mendapatkan label halal ini yang masuk kategori IKM dalam pengembangan. Yaitu, IKM yang dinilai mengalami kesuitan dalam mengembangkan perusahaannya. "Mereka, benar-benar IKM yang tengah merintis. IKM kecil yang membutuhkan sarana fasilitasi dari pemerintah," ujarnya.
 
Kendati demikian, IKM yang tengah berkembang tersebut juga harus memenuhi sayarat untuk bisa mendapatkan fasilitasi dari Disperindag. Diantaranta memiliki surat keterangan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dari Dinas Kesehatan Kota Tangsel untuk IKM yang memproduksi makanan dan minuman. Dan, Izin IKM PRT untuk produk lain seperti kosmetik dan produk lain.
 
"Selain itu, kegiatan IKM itu juga harus sudah berjalan minimal 5 tahun, dan memiliki pekerja minimal lima orang. Jika tidak memenuhi syarat itu, tidak kita berikan fasilitasi," jelasnya.
 
Untuk label sertifikasi halal tersebut, lanjut Nurhayati, Disperindag bekerja sama dengan MUI Banten. Dalam hal ini, Lembaga Pengkajian Pangan Obat Makanan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten. Lantaran, instansi yang bewenang mengeluarkan sertifikat itu adalah LPPOM. "MUI Tangsel juga kita libatkan. Tapi, untuk sertifikatnya dikeluarkan dari LPPOM karena mereka yang memiliki ahli dan peralatan," katanya seraya mengatakan, sebagian sertifikat halal sudah dibagikan Disperindag kepada pelaku IKM pada bazar menjelang Lebaran bulan lalu.
 
Di tempat yang sama, Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Data dan Informasi Industri Disperindag Kota Tangsel Uti Ambarwati menambahkan, kegiatan fasilitasi sertifikat halal untuk IKM tersebut untuk memajukan IKM. Supaya, IKM bisa memiliki rasa percaya diri ketika memasarkan produknya ketika telah mendapatkan sertifikat halal. "Tujuannya, agar omzet dari IKM ini juga meingkat," katanya.
 
Selain itu, kata Uti, kegiatan tersebut juga untuk memberikan rasa aman kepada konsumen. Mana kala, produk IKM memiliki jaminan halal dari MUI maka, diharapkan akan tumbuh rasa kepercayaan konsumen untuk membeli barang tersebut. "Mungkin IKM yang kita bantu juga butuh pembiayaan, dengan sertifikat ini kami yakin akan membantu mereka mendapatkan bantuan. Karena setidaknya ada kepastian dari MUI terkait produk itu," jelasnya.

NASIONAL
Komisi XII Kawal Penegakan Hukum Pencemaran Sungai Cisadane Akibat Kebakaran Gudang Pestisida

Komisi XII Kawal Penegakan Hukum Pencemaran Sungai Cisadane Akibat Kebakaran Gudang Pestisida

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:04

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi menyoroti serius kasus dugaan pencemaran Sungai Cisadane akibat kebakaran gudang pestisida di kawasan pergudangan Taman Tekno, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

BISNIS
JHL Group Tegaskan Standar Kinerja dan Daya Saing Lewat JHL Award 2026

JHL Group Tegaskan Standar Kinerja dan Daya Saing Lewat JHL Award 2026

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:49

Di tengah dinamika industri hospitality, F&B, otomotif, hingga pengembangan bisnis yang semakin kompetitif, JHL Group menegaskan standar kinerja baru melalui gelaran JHL Award 2026.

BANDARA
Penumpang Libur Imlek 2026 di Bandara Soetta Diproyeksikan Capai 1,7 Juta

Penumpang Libur Imlek 2026 di Bandara Soetta Diproyeksikan Capai 1,7 Juta

Kamis, 12 Februari 2026 | 21:31

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta memproyeksikan adanya peningkatan pergerakan penumpang dan pesawat pada periode libur Tahun Baru Imlek 2026

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill