Connect With Us

Buruh Gerudug Balaikota Tangsel

| Rabu, 3 Oktober 2012 | 18:22

Burung di Tangsel melakukan aksi unjuk rasa di depan Dinas Tenega Kerja dan Transmigrasi. (tangerangnews / deddy)

 
TANGERANG- Ratusan buruh dan pekerja di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tak mau kalah dalam memperingati mogok massal, Rabu (3/10). Mereka juga turut melakukan aksi mogok massaldengan turun ke jalan dan mengepung Balai Kota Tangsel untuk menuntut penghapusan kerja kontrak (Outsourcing) dan politik upah murah.
 
Buruh dan pekerja yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Tangerang Raya (ALTTAR) tersebut mulai beraksi sekitar pukul 09.30 WIB. Semula, buruh dan pekerja yang kebanyakan berasal dari pabrik Pratama dan Surya Toto melakukan aksi sweeping di sepanjang Jalan Raya Serpong.
 
Dengan menggunakan kendaraan roda dua, dan sebuah pick up terbuka, buruh dan pekerja ini bergerak perlahan dari pabriknya ke Kantor Wali kota Tangsel di Setu. Mereka juga sempat melakukan blokade jalan sepanjang iring-iringan ke kantor Airin Rachmi Diany tersebut.
 
Sesampainya di Kantor Walikota Tangsel, buruh yang sejak awal sudah menyiapkan spanduk dan baliho besar langsung menggelar orasinya. Dalam spanduk mereka menegaskan agar pemerintah setempat mau mendorong soal penghapusan upah murah dan kerja kontrak tersebut.
 
“Pemkot Tangsel sebagai bagian dari pemerintahan punya kewajiban yang sama dengan pemerintahan SBY. Yakni kami minta untuk melakukan penghapusan outsourcing dan upah murah di Tangsel,” ucap Agus, Koordinator Aksi.
 
Anggota KS-PSI ini juga menyatakan, pihaknya akan terus melakukan aksi jika pemerintah setempat tidak membantu para buruh dan pekerja mendapatkan haknya, dan dihapuskan sistem kerja kontrak yang selama ini membelenggu mereka. “Jika dalam sepakan ini tidak ada perhatian, kami akan turun lagi ke jalan,” ancamnya.
 
Setelah berorasi beberapa saat, sejumlah perwakilan buruh dan pekerja kemudian diterima sejumlah pejabat eksekutif dan legislatif Kota Tangsel, diantaranya Asisten Daerah (Asda) 2 Ahadi, Kasatpol PP Sukanta, dan sejumlah anggota Komisi 2 DPDR Kota Tangsel Sudarso, Sugeng Santoso serta Almansur.
 
Dalam audensi itu, baik eksekutif dan legislatif menerima tuntutan para buruh dan pekerja dan akan melanjutkannya ke pemerintah pusat selaku pembuat undang-undang ketenagakerjaan. “Kami anggap tuntutan yang dilakukan buruh ini penting. Namun, bagaimanapun keputusan ada di pusat, kami dari daerah hanya bisa mengusulkan,” imbuh Sudarso.
 
Setelah puas berorasi hampir 6 jam lamanya, sekitar pukul 14.00 WIB, ratusan buruh dan pekerja ini membubarkan barisan dengan tertib. Mereka pun hanya mengancam akan kembali melakukan aksi selama tidak ada tanggapan serius dari pemerintah setempat maupun pemerintah pusat.
 

WISATA
47 Ribu Orang Kunjungi Kawasan Wisata Kota Tangerang saat Libur Lebaran 2026, Wisata Air Paling Favorit

47 Ribu Orang Kunjungi Kawasan Wisata Kota Tangerang saat Libur Lebaran 2026, Wisata Air Paling Favorit

Kamis, 2 April 2026 | 16:47

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang mencatat tingginya angka kunjungan masyarakat ke sejumlah destinasi wisata selama periode libur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah.

BISNIS
Kapan Bank Mandiri dan BCA Buka Lagi Usai Lebaran 2026? Ini Jadwalnya

Kapan Bank Mandiri dan BCA Buka Lagi Usai Lebaran 2026? Ini Jadwalnya

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:21

Layanan kantor cabang Bank Mandiri dan BCA masih tutup selama periode libur Lebaran 2026 dan baru akan kembali beroperasi normal pada 25 Maret 2026.

KAB. TANGERANG
Bupati Tangerang Pindahkan Jemaat POUK Tesalonika Beribadah Sementara di Aula Eks Kantor Kecamatan Teluknaga

Bupati Tangerang Pindahkan Jemaat POUK Tesalonika Beribadah Sementara di Aula Eks Kantor Kecamatan Teluknaga

Sabtu, 4 April 2026 | 21:21

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memastikan jemaat POUK Tesalonika di Kecamatan Teluknaga dapat kembali melaksanakan ibadah di aula eks Kantor Kecamatan Teluknaga yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang.

TANGSEL
Pemkot Tangsel Sasar 109 Ribu Anak Program ORI Campak

Pemkot Tangsel Sasar 109 Ribu Anak Program ORI Campak

Kamis, 2 April 2026 | 20:37

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menggelar program Outbreak Response Immunization (ORI) secara serentak, guna memperkuat perlindungan kesehatan anak dari risiko penularan campak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill