Connect With Us

Bos dan anak buah penimbun Solar ditangkap Polsek Ciputat

| Rabu, 5 Desember 2012 | 14:32

Kapolsek Ciputat Kompol Alip menunjukan tiga tersangka kepada wartawan. (tanngerangnews / danang)

Reporter : Danang Andrio

TANGERANG-Tiga orang pelaku penimbun bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar bersubsidi ditangkap petugas Polsek Ciputat, Kota Tangsel. Ketiganya, ditangkap polisi saat tengah mengisi disebuah SPBU dijalan RE Martadinata, RT 04 /13 Kelurahan Ciputat, pada Sabtu (1/12/2012).
 
Kompol Alip, Kapolsek Ciputat menjelaskan, informasi awal kami dapati dari warga. Kemudian, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Nah saat pelaku beraksi, petugas kami langsung melakukan pemeriksaan. "Ternyata informasinya benar, anggota kami menemukan sebuah tangki buatan yang dirakit sesuai besar bak muatan truk," jelasnya,  saat menggelar konfrensi pers di Mapolsek Ciputat, Rabu (5/12/2012).

Para pelaku, menurut Alip  merakit tangki bermodifikasi dengan berdiameter kapasitas 4.000 liter. “Kini, satu unit truk dengan nomor polisi B -9223 –WQA dan  uang tunai Rp 2,5 juta serta 500 liter Bio Solar berikut dengan mesin pompa yang terpasang dibawah kolong mobil kami sita sebagai barang bukti,” terangnya.

Dari tiga orang pelaku, menurut Alip, salah satunya adalah bos-nya, yakni  Agus Nurkholis. Sedangkan Agus Murgianto sebagai sopir serta  Yanto sebagai kernet.

Meski sudah sering dilihat warga, Agus Nurkholis mengatakan, pihaknya baru pertama kali melakukan penimbunan. Sedangkan modal awalnya, Rp15 juta.
“Solar ini dijual ke perusahaan, habisnya saya bingung mau usaha apa lagi.  Engga tahu kenapa terpikirkan usaha ilegal seperti ini," kilahnya.

Pelaku kini terancam melanggar Pasal 55 UU No.22 /2001 tentang Migas dengan ancaman hukuman kurungan enam tahun penjara.
 
MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

BANDARA
Cegah Kecelakaan Pesawat, Bandara Soetta Bersihkan Landasan hingga Edukasi Keselamatan

Cegah Kecelakaan Pesawat, Bandara Soetta Bersihkan Landasan hingga Edukasi Keselamatan

Kamis, 5 Februari 2026 | 21:25

Sebagai gerbang utama transportasi udara yang beroperasi 24 jam dengan kompleksitas tinggi, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) melaksanakan rangkaian evaluasi dan penguatan sistem

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill