Connect With Us

Truk Kembali Padati Jalan Raya Serpong

| Senin, 25 Maret 2013 | 21:50

Jalan Raya Serpong macet. (tangerangnews / dira)

 
TANGSEL-Jalan Raya Serpong tak boleh dilintasi truk bertonase 8 ton ke atas. Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 4/2012 tentang Pengendalian Angkutan Barang di Kota Tangsel. Tepatnya, sejak pukul 05.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.
           
Namun, aturan itu tampaknya tak lagi bertaring. Lantaran, sejumlah truk dibiarkan melenggang di jalan itu. Seperti Jumat (22/3) lalu,  wartawan menyaksikan sejumlah kendaraan bertonase besar itu bebas melintas di jalan tersebut. Padahal, di jalan itu truk dilarang melintas.

Selain itu, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) pun sudah membuat rambu larangan bagi truk. Rambu verboden bagi truk itu setidaknya terpasang di Lampu Merah German Centre menuju Kota Tangerang, dan Gading Serpong menuju kawasan Alam Sutera.
 
            Sejumlah warga pun mengeluhkan kondisi ini. Seperti disampaikan Doni (32), pengendara sepeda motor ini meminta, truk tidak dibiarkan melintasi Jalan Raya Serpong. Sebab, kata Doni, keberadaan truk menambah kemacetan di jalan itu. “Apalagi kalau pagi sama sore. Kondisi jalanan macet parah,” ujarnya, Senin (25/3).
 
            Untuk kendaraan roda dua saja, kata Doni, macet pada jam sibuk pagi dan sore kadang tak bisa dielakkan. Bahkan karena macet, sebagian pengendara motor mengambil trotoar untuk bisa melintas. “Saya tidak tahu kalau ada aturan truk tidak boleh melintas. Kalau memang sudah ada, ya, ditegakkan. Jangan dibiarkan truk masuk jalan ini,” katanya.
 
            Samsuri (40) pengendara motor lain, yang tengah beristirahat di kawasan BSD Square mengungkapkan hal seruap. Jalan seperti Jalan Raya Serpong semestinya tidak boleh dilintasi truk. Menurutnya, jalan itu semestinya mejadi jalan bebas kendaraan besar. “Kalau di kota-kota lain kayaknya truk tidak boleh masuk dalam kota. Gak tahu, di sini kok boleh,” ujarnya penuh tanya.
 
            Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional (Dalops) Dishubkominfo Kota Tangsel Budi Jatmiko tidak bisa memberikan keterangan. Telepon genggam miliknya, saat dihubungi Tangerang Ekspres dalam keadaan non aktif. Sedangkan Kepala Bidang Lalu Lintas Dishubkominfo Tito Satrijo, tidak mengangkat sambungan teleponnya.
 
            Namun demikian, Kepala Dishubkominfo Mursan Sobari berjanji akan segera mengevaluasi kinerja bawahannya. Ia sendiri mengaku belum mengetahui kondisi jalan yang dipenuhi truk. Selama ini, kata Mursan, laporan anak buahnya tidak ada truk yang melintas di jalan larangan bagi truk tersebut. “Nanti saya tegus Kasi-nya. Saya belum tahu kalau truk dibiarkan melintas,” aku Mursan. (KWN)
 
TEKNO
Usung Konsep Soft Water, Coway Indonesia Kenalkan Yonsu yang Mampu Tingkatkan Kualitas Air untuk Perawatan Kulit dan Rambut

Usung Konsep Soft Water, Coway Indonesia Kenalkan Yonsu yang Mampu Tingkatkan Kualitas Air untuk Perawatan Kulit dan Rambut

Senin, 24 Agustus 2026 | 20:08

Coway Indonesia memperluas lini solusi home wellness dengan memperkenalkan Yonsu, water softener yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas air yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari, khususnya saat bersentuhan dengan kulit dan rambut.

TOKOH
Rektor UMT Desri Arwen Meninggal Dunia, Pernah Ajar Ngaji Artis hingga Jadi Tokoh Pendidikan Tangerang

Rektor UMT Desri Arwen Meninggal Dunia, Pernah Ajar Ngaji Artis hingga Jadi Tokoh Pendidikan Tangerang

Jumat, 28 Agustus 2026 | 13:54

Kabar duka datang dari dunia kependidikan Tangerang, rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Desri Arwen meninggal dunia pada Jumat, 28 Agustus 2026, di RS Sari Asih Sangiang, pukul 11.14 WIB.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BANDARA
WN Korsel Kepergok Selundupkan 8 Biawak Dalam Koper di Bandara Soekarno-Hatta

WN Korsel Kepergok Selundupkan 8 Biawak Dalam Koper di Bandara Soekarno-Hatta

Senin, 17 Agustus 2026 | 17:07

Aksi nekat warga negara Korea Selatan (Korsel) berinisial JJ, 25, berujung jeruji besi. Ia diringkus setelah kedapatan menyelundupkan satwa liar endemik Indonesia yang disembunyikan di dalam kopernya, di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill