Connect With Us

Twitter Bisa Dijadikan Alat Pendeteksi Gempa

EYD | Minggu, 11 Oktober 2015 | 15:13

Twitter kini menjadi media sosial serba bisa. Selain bisa berkomunikasi, Twitter juga bisa mendeteksi adanya gempa bumi. (istimewa / tangerangnews)

TANGERANG – Badan Survei Geologi di Amerika Serikat (AS), yakni US Geological Survey (USGS) menggunakan Twitter untuk mendeteksi adanya gempa bumi. Mereka memutuskan memanfaatkan Twitter ketika teknologi sensor pendeteksi gempa konvensional tak mampu bekerja dengan baik.

USGS menggunakan fitur bernama Tweet Emergency Dispatch dan secara otomatis akan melakukan sortir terhadap kicauan mengenai gempa bumi yang diinformasikan oleh pengguna. Lewat kumpulan tweet tersebut, maka dapat dideteksi adanya aktivitas seismik di seluruh dunia.

Fitur tersebut mampu menginformasikan gempa yang terjadi di California, AS, hanya dalam waktu 29 detik saja seperti yang terjadi pada 2009. "Ini bukanlah perubahan yang revolusioner dalam dunia teknologi, tetapi hanya kebiasaan kita untuk melatih respons diri dengan cepat dan menginformasikan hal penting yang sedang terjadi melalui media sosial," ucap Paul Earle, seorang Seismolog. "Data realtime dari Twitter benar-benar independen. Ini bisa dijadikan sumber sekunder," imbuhnya.

Karyawan di Twitter, Elaine Ellis, mengatakan kalau dengan menggunakan data Twitter seperti ini, maka USGS mampu menangkap gempa susulan di Cile hanya dalam satu menit 20 detik.

NASIONAL
Mengenal PMOS, Istilah Baru Pengganti PCOS dan Dampaknya bagi Wanita

Mengenal PMOS, Istilah Baru Pengganti PCOS dan Dampaknya bagi Wanita

Jumat, 26 Juni 2026 | 18:34

Perubahan nama ini didasari oleh tingginya angka underdiagnosis atau kasus yang tidak terdeteksi di masyarakat.

TEKNO
Diskominfo Temukan Sejumlah Kendala Penggunaan Aplikasi Tangsel One

Diskominfo Temukan Sejumlah Kendala Penggunaan Aplikasi Tangsel One

Senin, 22 Juni 2026 | 18:36

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengevaluasi pengoperasian aplikasi super Tangsel ONE dan Asisten Virtual berbasis kecerdasan buatan (AI Chat-First), Helita, sejak diluncurkan bulan lalu.

KAB. TANGERANG
DPRD Kabupaten Tangerang Tunggu Regulasi Pusat untuk Bentuk Perda Anti-LGBT

DPRD Kabupaten Tangerang Tunggu Regulasi Pusat untuk Bentuk Perda Anti-LGBT

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:38

Terkait usulan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang pelarangan dan pencegahan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), DPRD Kabupaten Tangerang menyatakan masih menunggu regulasi dari Pemerintah Pusat dan DPR RI, sebagai dasar hukum

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill