Connect With Us

Yuk Nostalgia, Ini Sosmed Paling Hits di Tahun 2000-an Awal

Fahrul Dwi Putra | Senin, 13 Maret 2023 | 07:22

Ilustrasi halaman profil akun Friendster (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Sosial media (sosmed) saat ini sudah seperti menjadi kebutuhan primer.

Paling tidak, kini hampir tiap orang memiliki akun sosial media di berbagai platform favoritnya.

Sebut saja sosmed yang memiliki jumlah pengguna terbanyak seperti TikTok, Twitter, Facebook, dan Instagram.

Namun, tahukah kamu? sebelum platform sosmed menjamur sekarang ini, dahulu pun sudah ada sejumlah sosmed yang digandrungi remaja hits di masa itu.

Berikut beberapa sosmed yang sering digunakan pada awal 2000-an seperti dilansir dari akun Instagram @indonesiabaik.id, Senin 13 Maret 2023.

Friendster

Platform ini merupakan sosial media yang memiliki fitur untuk menambahkan teman, lalu dapat saling berbagi foto atau video dan berkomentar. Jika dibandingkan dengan saat ini, fiturnya mirip sosial media Facebook.

Myspace

Salah satu yang paling difavoritkan remaja ialah Myspace, fiturnya lengkap karena pengguna dapat mengunggah tulisan, foto, video, dan musik.

mIRC

Sosmed yang satu ini cenderung lebih condong ke arah hiburan. Pasalnya, para pengguna dari mIRC kerap menggunakan username yang nyeleneh dan terkesan alay. Sosmed ini sangat cocok untuk seru-seruan bersama teman pada masanya.

tumblr

Bagi yang hobi membaca ataupun menulis, tumblr adalah jawabannya. Sosmed ini memiliki fitur utama untuk berbagi blog atau tulisan pendek.

Plurk

Sebelum Twitter jadi milik Elon Musk dan sebesar sekarang. Sudah ada pendahulunya yang memiliki konsep fitur yang sejenis.

Plurk merupakan sosmed berbasis microblogging mirip seperti Twitter.

Yahoo Messenger

Pada awal 2000-an, SMS masih menjadi andalan utama orang untuk saling berbalas pesan. 

Meski begitu, zaman itu pun sudah tersedia platform sosmed berbasis perpesanan, yakni Yahoo Messenger.

Jika dibandingkan dengan saat ini, fiturnya mirip aplikasi perpesanan WhatsApp karena dapat menampilkan foto profil dan berbalas pesan menggunakan emoticon.

Mig33

Sebelum platform sosmed berbasis perpesanan mulai banyak bermunculan, Mig33 merupakan salah satu yang sering dipakai.

MXit

Satu lagi sosmed berbasis perpesanan, namun bedanya MXit lebih menonjolkan fitur emoticon yangbinik dan lucu mirip seperti Line.

Multiply

Multiply sempat menjadi andalan untuk berbagi musik dan video.

Ebuddy

Anak hits awal 2000-an bisa dipastikan menggunakan sosmed yang satu ini. 

Fiturnya fokus pada layanan berbagi pesan instan yang berbasiskan web dan telepon seluler.

Itulah beberapa sosmed yang sering digunakan pada awal 2000-an sebelum era teknologi digital yang sangat pesat membuat sosial media makin banyak bermunculan saat ini.

OPINI
Ironi BPJS PBI: Melayani Setengah Hati

Ironi BPJS PBI: Melayani Setengah Hati

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:49

Bayangkan! Kita sedang menunggu antrian panjang untuk berobat, tetapi begitu sampai di meja pendaftaran, petugas pendaftaran mengatakan bahwa kartu BPJS PBI kita sudah tidak aktif, sehingga tidak bisa digunakan lagi.

HIBURAN
6 Keunggulan adidas Adizero Evo SL

6 Keunggulan adidas Adizero Evo SL

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:56

Adidas Adizero Evo SL dikenal sebagai salah satu varian terbaik dari lini Adizero yang dirancang khusus untuk pelari yang mengejar kecepatan. Sepatu ini hadir dengan teknologi modern seperti midsole Lightstrike Pro

PROPERTI
Rayakan 50 Tahun, Summarecon Awards 2026 Apresiasi Mitra di Balik Pertumbuhan Penjualan 27%

Rayakan 50 Tahun, Summarecon Awards 2026 Apresiasi Mitra di Balik Pertumbuhan Penjualan 27%

Sabtu, 14 Februari 2026 | 13:47

Menandai perjalanan panjang menuju usia emas 50 tahun, PT Summarecon Agung Tbk kembali menggelar ajang penghargaan bergengsi Summarecon Awards 2026.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill