Connect With Us

Angka Kejahatan Naik 33%, Ini Alasan Penting Pakai CCTV Night Vision

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 25 Januari 2024 | 18:52

Perbandingan hasil gambar CCTV Night Vision dengan kamera HP biasa. (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mencatat adanya kenaikan angka kejahatan sepanjang Januari hingga November 2023.

Peningkatan angka kejahatan itu mencapai 33,02 persen atau sebanyak 394,001 kasus, lebih banyak dari tahun sebelumnya dengan angka 296,176 kasus. 

Di tengah kenaikan angka kejahatan tersebut, tentunya perangkat keamanan menjadi hal penting untuk perlindungan diri.

Seperti yang diungkapkan Pekerja swasta asal Jakarta Tika Nurrahmah, tiga pekan lalu tetangganya baru saja kehilangan beberapa barang elektronik, perhiasan, dan sejumlah uang.

Dalam rekaman CCTV miliknya, terlihat maling sempat celingak-celinguk mengawasi area sekitar.

"Ketika keadaan sudah aman, dia masuk dan mencuri barang berharga tetangga saya," ujarnya Kamis, 25 Januari 2024.

Dikatakan Tika, berkat CCTV berwarna dengan teknologi night vision miliknya, proses identifikasi pelaku menjadi lebih mudah.

Menanggapi hal itu, Marketing Manager TP-Link Indonesia Defrie D Gunawan mengatakan, penggunaan CCTV dengan teknologi night vision memang sangat penting.

Pasalnya, teknologi night vision mampu memperkuat cahaya yang ada di lingkungan meski cahaya redup, sehingga menghasilkan gambar lebih tajam dan jelas. 

Dijelaskan Defrie, teknologi night vision memiliki beberapa keunggulan, yakni meningkatkan pengawasan 24 jam non-stop, meningkatkan visibilitas gambar dan video, serta memberikan cakupan pengawasan yang luas. 

Lanjut Defrie, terdapat tiga jenis night vision, diantaranya Infrared Illumination yang memancarkan cahaya inframerah untuk menerangi pemandangan, kemudian White Light Illumination yang menggunakan LED cahaya putih untuk menerangi area selama kondisi cahaya redup.

Jenis ketiga, Low-Light or Starlight Imaging yang dapat menangkap dan memperkuat cahaya di sekitar yang tersedia seperti cahaya bulan dan lampu jalan untuk menghasilkan gambar yang jelas dalam kondisi gelap.

Defrie membeberkan, terdapat empat fitur utama dalam memilih CCTV dengan night vision, yakni super aperture, tinggi resolusi kamera, jangkauan kamera yang dapat mengambil gambar jarak jauh, dan bidang pandang yang luas agar dapat mencakup lebih banyak ruang serta fokus pada area yang lebih penting.

"Untuk itu, TP-Link Indonesia menghadirkan teknologi ColorPro Night Vision yang dapat melakukan penglihatan malam dengan jernih melalui produk kami, yaitu TAPO C325WB," ucapnya.

ColorPro Night Vision pada TAPO C325WB memiliki lensa super-aperture F1.0 dan sensor besar 1/1,79, yang memungkinkan menangkap gambar penuh warna dalam kondisi cahaya sangat rendah hingga 0,05 lux. 

Bahkan, ColorPro Night Vision memberikan hasil gambar yang lebih cerah dengan kualitas yang baik di malam hari dibandingkan penglihatan manusia.

Tak hanya itu, CCTV Outdoor ini dilengkapi juga dengan fitur two-way audio, weatherproof IP66, serta Smart AI Detection yang dapat membedakan manusia, hewan, dan kendaraan.

"TAPO C325WB merupakan pilihan utama masyarakat untuk CCTV terbaik kelasnya, baik pada kondisi siang maupun malam," pungkasnya.

OPINI
Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Jumat, 18 September 2026 | 20:40

Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

BANDARA
Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Jumat, 25 September 2026 | 20:04

Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill