Connect With Us

Para Istri, Jangan Takut Dipoligami

| Selasa, 27 Oktober 2009 | 23:35

TANGERANGNEWS- Diam-diam pentolan Dewa 19 Ahmad Dhani sudah mengindap virus Poligami ala Syeh Puji. Duda beranak tiga ini, dengan bangga mengaku ingin memperistri empat wanita sekaligus. Karena itu, ia menyarankan kepada kaum hawa untuk tidak takut di poligami. "Karena poligami itu sebenarnya, hal yang wajar-wajar saja," katanya. Kaum hawa, kata Dhani, tak perlu takut dengan berbagai komitmen yang harus dibuat kaum pria. Karena Pria memang ditakdirkan untuk berpoligami.”Komitmen poligami seharusnya tidak perlu dikhawatirkan para istri, karena poligami adalah hal yang wajar bagi seorang suami,” ujar Dhani saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, belum lama ini Bahkan Dhani terang-terangan mendukung poligami salah satunya nikahi gadis muda dan mengajak para suami untuk melakukan poliganmi. “Karena poligami itu kan batasnya sampe empat, ingin punya istri yang jauh lebih muda juga wajar. Itu kalo mampu, tapi kalo nggak mampu ya jangan,” tandas Dhani.(ir/jp).
BANTEN
Gelar Inspiring Srikandi, PLN Banten Dorong Pegawai Perempuan Aktif Kontribusi Aksi Nyata

Gelar Inspiring Srikandi, PLN Banten Dorong Pegawai Perempuan Aktif Kontribusi Aksi Nyata

Jumat, 1 Mei 2026 | 12:38

PT PLN Persero melalui Unit Induk Distribusi (UID) Banten menggelar kegiatan Inspiring Srikandi, yakni program untuk mendorong peningkatan kapasitas sekaligus kontribusi nyata para pekerja perempuan.

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill