Tunduk Syariat
Selasa, 8 September 2026 | 22:01
Dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad saw, akhirnya sampai juga ke tanah Yatsrib, Kota Madinah.
TANGERANGNews.com- Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menyelenggarakan acara Sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika pada hari Senin (28/11) bertempat di TPQ Nurul Quba, jl. Musyawarah Kp. Sawah RT 04/04 Ciputat Kota Tangsel-Banten.
Pada kesempatan tersebut Anggota Komisi I ini mengajak hadirin untuk menjadikan setiap persoalan bangsa sebagai momentum kembali pada nilai Pancasila. Termasuk dalam menyikapi Aksi Bela Islam yang saat ini tengah marak.
Anggota DPR Dapil Banten III menyampaikan hikmah dari Aksi Bela Islam sejatinya adalah momentum untuk kembali pada nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara.
"Penghormatan terhadap ajaran agama adalah kandungan sila pertama yang harus dipegang teguh. Jangan ada pihak yang melecehkannya," kata Jazuli.
Menurutnya, ini juga terkait dengan nilai-nilai kemanusiaan, sila kedua, dimana semua pihak harus menjaga relasi kemanusiaan yang beradab. Apalagi posisi sebagai pejabat publik harus menjunjung etika dalam bersikap dan berkata-kata.
"Terkait penegakan hukum yang adil ini senafas dengan sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ungkap Jazuli.
Anggota Komisi I ini kemudian menyimpulkan, jika Pancasila menjadi pedoman niscaya masalah penodaan agama tidak akan terjadi, etika kemanusiaan dijunjung tinggi dan keadilan hukum pasti tegak di bumi Indonesia ini.
Dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad saw, akhirnya sampai juga ke tanah Yatsrib, Kota Madinah.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Gunungan sampah terlihat memenuhi salah satu area pemrosesan akhir di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Sejumlah kendaraan pengangkut sampah dan alat berat masih beraktivitas di sekitar tumpukan tersebut.
Tujuh mahasiswi asal Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) jadi korban penipuan agen tiket bus bodong di media sosial.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews