Connect With Us

Jazuli Juwaini: Permasalahan Bangsa Momentum Kembali Pada Nilai Pancasila

Denny Bagus Irawan | Jumat, 9 Desember 2016 | 12:00

Jazuli Juwaini. (@TangerangNews.com 2016 / Raden Bagus Irawan)


TANGERANGNews.com- Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menyelenggarakan acara Sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika pada hari Senin (28/11) bertempat di TPQ Nurul Quba, jl. Musyawarah Kp. Sawah RT 04/04 Ciputat Kota Tangsel-Banten.

Pada kesempatan tersebut Anggota Komisi I ini mengajak hadirin untuk menjadikan setiap persoalan bangsa sebagai momentum kembali pada nilai Pancasila. Termasuk dalam menyikapi Aksi Bela Islam yang saat ini tengah marak.

Anggota DPR Dapil Banten III menyampaikan hikmah dari Aksi Bela Islam sejatinya adalah momentum untuk kembali pada nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara.


"Penghormatan terhadap ajaran agama adalah kandungan sila pertama yang harus dipegang teguh. Jangan ada pihak yang melecehkannya," kata Jazuli.


Menurutnya, ini juga terkait dengan nilai-nilai kemanusiaan, sila kedua, dimana semua pihak harus menjaga relasi kemanusiaan yang beradab. Apalagi posisi sebagai pejabat publik harus menjunjung etika dalam bersikap dan berkata-kata.

"Terkait penegakan hukum yang adil ini senafas dengan sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ungkap Jazuli.

Anggota Komisi I ini kemudian menyimpulkan, jika Pancasila menjadi pedoman niscaya masalah penodaan agama tidak akan terjadi, etika kemanusiaan dijunjung tinggi dan keadilan hukum pasti tegak di bumi Indonesia ini.

 

BANTEN
Fasilitas Belajar Makin Lengkap, Program BRIDGE PLN Banten Ubah Wajah SD Negeri Pulo Panjang 2 

Fasilitas Belajar Makin Lengkap, Program BRIDGE PLN Banten Ubah Wajah SD Negeri Pulo Panjang 2 

Senin, 8 Juni 2026 | 23:13

SD Negeri Pulo Panjang 2 di Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, mulai merasakan perubahan sarana pendidikan melalui program BRIDGE (Banten Renewable Island Development for Global Education).

KAB. TANGERANG
Rencanakan Pembunuhan Tukang Cilok di Cikupa, Ayah dan Anak Terancam Hukuman Mati

Rencanakan Pembunuhan Tukang Cilok di Cikupa, Ayah dan Anak Terancam Hukuman Mati

Senin, 8 Juni 2026 | 23:00

Barma Tama, 42, dan M Supriadi 17, seorang ayah dan anak ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembunuhan seorang pedagang cilok berinisial P, 33, di kontrakannya di Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

OPINI
Fomo Menjadi Fenomena yang Sangat Berpengaruh Bagi Generasi Muda dan Dampaknya Sangat Besar Bagi Kesehatan Mental

Fomo Menjadi Fenomena yang Sangat Berpengaruh Bagi Generasi Muda dan Dampaknya Sangat Besar Bagi Kesehatan Mental

Senin, 8 Juni 2026 | 17:25

Fenomena atau fomo bagi generasi muda itu berdampak pada kesehatan mental yang artinya yang di mana media digital saat ini media sosial itu telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan di dalam kehidupan kita sehari-hari

TEKNO
Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Jumat, 5 Juni 2026 | 18:50

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI), Taruna Ikrar mengungkapkan ada sebanyak 263.000 link penjualan kosmetik ilegal yang telah beredar di seluruh wilayah Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill