Ratusan Personel Polres Tangsel Dites Urine
Senin, 23 Februari 2026 | 15:48
Ratusan personel Polres Tangerang Selatan (Tangel) pemeriksaan urine usai apel bersama di Lapangan Apel Polres Tangerang Selatan, Senin 23 Ferbuari 2026.
TANGERANGNews.com- Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menyelenggarakan acara Sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika pada hari Senin (28/11) bertempat di TPQ Nurul Quba, jl. Musyawarah Kp. Sawah RT 04/04 Ciputat Kota Tangsel-Banten.
Pada kesempatan tersebut Anggota Komisi I ini mengajak hadirin untuk menjadikan setiap persoalan bangsa sebagai momentum kembali pada nilai Pancasila. Termasuk dalam menyikapi Aksi Bela Islam yang saat ini tengah marak.
Anggota DPR Dapil Banten III menyampaikan hikmah dari Aksi Bela Islam sejatinya adalah momentum untuk kembali pada nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara.
"Penghormatan terhadap ajaran agama adalah kandungan sila pertama yang harus dipegang teguh. Jangan ada pihak yang melecehkannya," kata Jazuli.
Menurutnya, ini juga terkait dengan nilai-nilai kemanusiaan, sila kedua, dimana semua pihak harus menjaga relasi kemanusiaan yang beradab. Apalagi posisi sebagai pejabat publik harus menjunjung etika dalam bersikap dan berkata-kata.
"Terkait penegakan hukum yang adil ini senafas dengan sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ungkap Jazuli.
Anggota Komisi I ini kemudian menyimpulkan, jika Pancasila menjadi pedoman niscaya masalah penodaan agama tidak akan terjadi, etika kemanusiaan dijunjung tinggi dan keadilan hukum pasti tegak di bumi Indonesia ini.
Ratusan personel Polres Tangerang Selatan (Tangel) pemeriksaan urine usai apel bersama di Lapangan Apel Polres Tangerang Selatan, Senin 23 Ferbuari 2026.
TODAY TAGMenandai perjalanan panjang menuju usia emas 50 tahun, PT Summarecon Agung Tbk kembali menggelar ajang penghargaan bergengsi Summarecon Awards 2026.
Nasib malang menimpa Al Amin Maksum, seorang tukang ojek pangkalan (opang) di Kabupaten Pandeglang, Banten.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews