Connect With Us

Mengenal Lebih dalam Mayjen TNI (Purn) TB Hasanudin

Denny Bagus Irawan | Minggu, 22 Januari 2017 | 05:00

Mengenal Lebih Dalam Mayjen TNI (Purn) TB Hasanudin (@tangerangnews 2017 / Raden Bagoes Irawan)

 

 

TANGERANGNews.com-Di sela-sela kesibukannya sebagai Ketua Tim Pemenangan Internal PDI Perjuangan untuk pasangan Rano-Embay, Mayjen TNI (Pur) Tubagus Hasanudin selalu menyempatkan waktu untuk beranjangsana mengunjungi sejumlah kyai dan ulama yang ada di Banten.

TB--sapaan akrab Tubagus Hasanudin--juga acap menziarahi makam para tokoh panutan untuk mengambil pelajaran dari kehidupan dan pengabdian para pendahulu. 

 

Sayangnya, TB Hasanudin memilih irit bicara soal kunjungan itu dengan alasan menghindari riya. TB memang diketahui kerap melakukan kunjungan itu diam-diam.

 

Diakui Tubagus Hasanudin, sejak kecil ia tumbuh dan berkembang dalam kultur relijius yang kuat. Hal inilah yang membentuk kepribadiannya hari ini yang selalu menempatkan kyai dan ulama sebagai sosok sentral yang harus selalu dihormati. 

 

"Sulit bagi saya meninggalkan segala yang pernah ditanamkan sejak kecil dalam hidup saya. Ulama dan kyai menjadi sangat penting hadir di tengah-tengah kita sebagai sumber pengetahuan. Jangan lupa, salah satu musibah besar bagi umat Islam itu adalah wafatnya seorang ulama," tegas TB Hasanudin.

 

TB Hasanudin yang kini aktif sebagai fungsionaris PDI Perjuangan juga dipercaya sebagai Ketua Tim Pemenangan Internal PDI Perjuangan untuk pemenangan pasangan Rano-Embay di pilkada 2017. Ia mengaku bergabung ke PDI Perjuangan karena terinspirasi oleh semangat juang Bung Karno. 

 

"Bung Karno adalah seorang relijius yang mengawali pengendapan gagasan-gagasan besarnya sebagai seorang muslim. Islam adalah inspirasi utama bagi Bung Karno. Itu pula yang membuat saya bergabung bersama PDI Perjuangan. Tidak ada tempat bagi mereka yang Anti Tuhan dan Anti Agama di PDI Perjuangan," tegas TB Hasanudin.

 

Akhlaqul Karimah Jangan Sekadar Jargon

 

Sementara itu, masih di kesempatan yang sama saat dikonfirmasi soal pernyataan Wahidin Halim yang menyebut adanya ancaman kebangkitan PKI dalam pilkada Banten, TB Hasanudin menolak berkomentar. Ia hanya berujar, "Calon pemimpin itu otaknya tak boleh dangkal. Calon pemimpin itu emosinya tidak boleh labil. Calon pemimpin itu pikirannya harus waras. Calon pemimpin tak semestinya gemar berbohong." 

 

TB tak menjelaskan lebih lanjut kepada siapa pernyataan itu ditujukan. Ia hanya menekankan seorang calon pemimpin yang gemar menyebar _hoax_ atau kabar palsu tak ubahnya dengan penabur fitnah.

 

TB Hasanudin yang sejak lama dikenal sebagai jenderal antikomunis kemudian mengingatkan kembali TAP MPRS RI dan peraturan perundangan yang melarang penyebaran ajaran komunis di Indonesia karena bertentangan dengan Pancasila. Karena itu ia berpendapat mereka yang menyebarkan paham komunis bisa dipidanakan. 

 

Namun TB juga mengajak semua pihak belajar dari era tahun 70-an. Pada masa itu isu kebangkitan komunis justru muncul dan sengaja disuarakan oleh penganut komunis sendiri untuk melakukan semacam uji penerimaan di tengah masyarakat. "Yang bilang komunis mau bangkit lagi biasanya justru dilontarkan oleh mereka yang diam-diam berpaham komunis dan gemar menghalalkan segala cara untuk merebut kekuasaan," tegasnya.

 

 

HIBURAN
Meriahkan Halloween di Tangerang, RJ’s Sports Bar & Grill Hadirkan MIDNIGHT SPELL 

Meriahkan Halloween di Tangerang, RJ’s Sports Bar & Grill Hadirkan MIDNIGHT SPELL 

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:36

ARYADUTA Lippo Village, Tangerang, menghadirkan perayaan Halloween bertajuk MIDNIGHT SPELL: A Night of Music, Magic & Mystery pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

BISNIS
Mau Jualan saat Ramadan 2027? Simak Perubahan Kebiasaan Belanja Konsumen Mulai dari 10 Hari Pertama Puasa

Mau Jualan saat Ramadan 2027? Simak Perubahan Kebiasaan Belanja Konsumen Mulai dari 10 Hari Pertama Puasa

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:30

Bulan suci Ramadan 2027 tinggal beberapa bulan lagi. Moment ini biasanya dimanfatkan banyak orang untuk berjualan mulai dari takjil, busana muslim dan beragam produk lainnya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill