Mahasiswa Gelar Demo di Tiga Titik Hari Ini, Polisi Turunkan Ribuan Personel Pengamanan
Senin, 4 Mei 2026 | 11:52
Massa mahasiswa dari berbagai kampus dan elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Senin, 4 Mei 2026, siang.
TANGERANGNEWS.com- Mohammad Masduki, mantan Wakil Gubernur Banten yang berpasangan dengan Ratu Atut Chosiyah pada periode 2007-2012 dikabarka meninggal dunia di usia 78 tahun, Kamis, 22 Juni 2023.
Sosok yang juga menjadi Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Provinsi Banten sejak 2011 hingga 7 April 2021 itu meninggal usai menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) EMC Alam Sutera, Tangerang Selatan, sekitar pukul 06.00 WIB.
"Telah meninggal dunia, orang tua kita, kakak kita, guru kita H. Mohammad Masduki Bin H.M Sya'ban Salim jam 6 pagi ini di RS EMC Alam Sutera," tulis akun resmi Kwarda Banten.
Melansir dari inews.id, Masduki akan dimakamkan di wilayah Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Sementara, rumah duka yang berada di kawasan Tangerang Selatan mulai dipadati oleh para pelayat.
Sebagai informasi, Masduki maju sebagai calon Wakil Gubernur Banten dan berpasangan dengan calon Gubernur Ratu Atut Chosiyah pada Pilgub Banten 2006 silam.
Pencalonan Ratu Atut-Masduki diusung oleh sejumlah partai politik, di antaranya Partai Golongan Karya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Bintang Reformasi, Partai Bulan Bintang, Partai Damai Sejahtera, Partai Patriot, dan Partai Karya Peduli Bangsa.
Massa mahasiswa dari berbagai kampus dan elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Senin, 4 Mei 2026, siang.
TODAY TAGDalam rangka menyambut Bulan Autisme Sedunia, VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated bekerja sama dengan Matalesoge HospitABLElity Academy menggelar pameran seni bertajuk “You See Me and I Feel You”, yang berlangsung pada 24 April
Kantor Regional I PT Angkasa Pura Indonesia (Injourney Airports) menyatakan kesiapan penuh untuk melayani keberangkatan jemaah haji tahun 1447H/2026.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews