Connect With Us

Sambal Serbu Kawalli Babakan Manjakan Lidah

Wahyu | Minggu, 20 April 2014 | 09:45

Salah satu menu makanan di RM Kawalli Babakan Tangerang, Minggu (20/4/2014) (Wahyu / TangeranNews)


TANGERANG-Aneka macam sambal disajikan Rumah Makan Kawalli Babakan hanya untuk memanjakan lidah konsumen. Menu sambal yang disajikan dengan nama Sambal Serbu, yakni  serba lima ribu antara lain.
  
“Sambel Ijo, Kencur, Kemanggi, Pecel, Petir, Kemiri, Asik asik. Kecuali sambel pete Rp7.000, “ ujar Agus Ramdani Leader Service kepada TangerangNews.com , Sabtu (19/4)

“Menu sambal kencur komposisinya terdiri dari kencur, cabe rawit ijo dan tomat,” ungkap Mpok Mila bagian pembuatan sambel.

Sedangkan Sambal Petir yaitu bawang merah, cabe rawit merah dan garam.

Sambal yang paling diminati oleh konsumen yaitu Sambel Kencur, Petir dan sambel cobek.
Sementara itu,  sambal yang sangat pedas menurut dia adalah Sambal Petir.

Ada juga Sambal Kencur, sambal  ini adalah Sambal dengan aroma terapi karena sifat kencur dan rasanya segar.
 
Dia mengatakan sambal kencur cocok dengan Nila Goreng.
”Bikin seger dan menambah nafsu selera makan  juga harganya terjangkau, nila goreng dan Sambal Kencur hanya Rp. 49.500,” tutupnya.
 
 
KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill