Connect With Us

Wahidin Ogah Rekomendasikan Pemecatan DPRD

| Rabu, 14 Juli 2010 | 17:12

Wahidin Halim (tangerangnews / dens)

TANGERANGNEWS-Wali Kota Tangerang Wahidin Halim mengaku enggan menandatangani surat rekomendasi proses Penggantian Antar Waktu (PAW) dua anggota DPRD Kota Tangerang dari Fraksi Demokrat yakni Munhandyah dan Evi Elvia Abdullah yang diajukan Ketua DPRD untuk kemudian dikirimkan kepada Gubernur Banten. Alasannya, belum ada keputusan ketetapan hukum yang dikeluarkan Pengadilan.
 
“Belum saya tanda tangani, Saya tidak mau merekomendasikan surat PAW karena Mundahdiyah dan Evi  masih dalam proses gugatan dipengadilan dari yang bersangkutan. Selain itu belum ada ketetapan hukum yang sah,” ujar Wahidin, Rabu (14/7).
 
Menurut Wahidin, sebenarnya pimpinan DPRD tidak perlu meminta rekomendasi kepadanya karena tidak memiliki kewenangan devinitif dalam proses PAW, sehingga menurutnya surat tersebut bisa diberikan sendiri sendiri kepada Gubernur. “Tanpa surat dari kitapun, mereka bisa langsung ke Gubernur,” tegasnya kembali.
 
Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Tangerang, Herry Rumawatine saat dikonfirmasi membenarkan bahwa walikota belum menandatangai surat rekomendasi. “Betul memang pak wali belum menandatangani rekomendasi itu. Jadi kami melaporkan hal ini kepada DPD dan DPP Demokrat untuk minta petunjuk,” ucap Herry.(rangga)

AYO! TANGERANG CERDAS
PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

Jumat, 5 Juni 2026 | 13:45

Sejumlah orang tua dan calon peserta didik di Kota Tangerang masih mengeluhkan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang belum diterima melalui WhatsApp.

NASIONAL
BPJS Kesehatan Masih Tunggu Keputusan Pemerintah Soal Pemutihan Tunggakan Rp14 Triliun

BPJS Kesehatan Masih Tunggu Keputusan Pemerintah Soal Pemutihan Tunggakan Rp14 Triliun

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:44

Rencana penghapusan tunggakan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang nilainya mencapai Rp14 triliun hingga kini masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah.

BISNIS
Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Jumat, 5 Juni 2026 | 23:57

Industri makanan dan minuman nasional, khususnya sektor minuman kemasan, terus menunjukkan resiliensinya sebagai salah satu tulang punggung manufaktur di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill