Connect With Us

Bocah Minta Sekolah ke Wapres Gibran, Kini Sudah Jadi Siswa SDN 15 Tangerang 

Fahrul Dwi Putra | Sabtu, 25 Januari 2025 | 19:55

Ahmad Zuhdi Nagachi, anak berusia 13 tahun asal Palembang, yang tinggal di Sukasari Kota Tangerang resmi diterima menjadi siswa SDN 15 Tangerang usai meminta bantuan langsung kepada Wapres Gibran. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Setelah setahun putus sekolah, Ahmad Zuhdi Nagachi, anak berusia 13 tahun asal Palembang, akhirnya bisa kembali mengenyam pendidikan. Berkat keberaniannya saat meminta bantuan langsung kepada Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Gibran Rakabuming Raka, Ahmad kini resmi menjadi siswa di SD Negeri 15 Tangerang.  

Diketahui, Ahmad tinggal bersama ibunya, Mona Latia, di kontrakan sederhana di Jalan MT Haryono, Sukasari, Kota Tangerang. 

Sebelumnya, ia sempat berpindah-pindah dari Palembang ke Lampung, lalu ke Jakarta. Namun, proses administrasi yang rumit membuatnya kesulitan mendaftar sekolah. Setelah menetap di Tangerang selama tiga bulan, ia masih belum mendapatkan akses pendidikan.  

Momen yang mengubah nasibnya terjadi pada Jumat, 24 Januari 2025, ketika Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengunjungi Kota Tangerang. 

Ahmad yang melihat kesempatan itu langsung berlari mendekat, bersalaman, dan menyampaikan permintaan agar bisa kembali bersekolah.  

Ahmad bercerita bahwa saat itu ia langsung menyapa Wapres Gibran dan menyampaikan keinginannya untuk kembali sekolah. 

"Saya lari ke Pak Gibran, pertama saya salim, saya foto, habis itu saya datengin ke mobilnya tuh, saya toel, saya bilang, ‘Pak Gibran, saya minta sekolah. Terus tuh kata pak Gibran itu, minta urusin sama pak wali kota gitu," jelasnya.

Tak lama setelah itu, ibunya dihubungi oleh Dinas Pendidikan Kota Tangerang yang memastikan bahwa Ahmad segera difasilitasi sekolah. Kini, ia dijadwalkan mulai belajar pada 30 Januari 2025.  

Ibu Ahmad, Mona Latia, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan pemerintah. Padahal, ia sebelumnya sempat khawatir Ahmad tidak bisa kembali bersekolah karena kendala administrasi. Namun, dengan adanya bantuan dari pemerintah, anaknya kini bisa melanjutkan pendidikan. 

"Alhamdulillah, anak saya akhirnya bisa sekolah lagi. Pemerintah Kota Tangerang mempermudah prosesnya meski kami bukan warga Tangerang. Ini sangat berarti untuk kami," ungkapnya.

Ahmad sendiri merasa sangat bahagia bisa kembali belajar. Ia mengatakan bahwa dirinya rindu suasana sekolah dan ingin memiliki banyak teman baru. Ia juga bercita-cita menjadi seorang anggota TNI agar bisa membela negara dan membanggakan ibunya. 

Ahmad berharap anak-anak lain yang mengalami kesulitan serupa juga bisa mendapatkan kesempatan sekolah dengan biaya murah atau gratis agar bisa sukses di masa depan.  

Penjabat Wali Kota Tangerang Nurdin menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen untuk mendukung pendidikan bagi semua anak, tanpa memandang latar belakang mereka. 

Menurutnya, setiap anak berhak mendapatkan akses pendidikan yang layak dan pihaknya akan terus berupaya membantu mereka yang membutuhkan.  

"Kasus Ahmad ini menunjukkan, kami akan selalu siap membantu siapa pun yang membutuhkan," pungkasnya.

TANGSEL
Lagi Tidur di Samping Gerobak, Pedagang Martabak Mini di Tangerang Kehilangan 4 HP Termasuk Hadiah untuk Anak

Lagi Tidur di Samping Gerobak, Pedagang Martabak Mini di Tangerang Kehilangan 4 HP Termasuk Hadiah untuk Anak

Rabu, 29 Juli 2026 | 13:50

Nasib apes menimpa Khoirul Anwar, pedagang martabak mini yang biasa berjualan di Jalan AMD Raya, Larangan, Kota Tangerang.

NASIONAL
Menaker Tegaskan AI Bukan Penyebab Utama PHK

Menaker Tegaskan AI Bukan Penyebab Utama PHK

Selasa, 28 Juli 2026 | 20:15

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.

BANTEN
Uji Coba Berakhir Juli, Pemprov Banten Usulkan WFH ASN Setiap Jumat Dihentikan

Uji Coba Berakhir Juli, Pemprov Banten Usulkan WFH ASN Setiap Jumat Dihentikan

Rabu, 29 Juli 2026 | 13:21

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengusulkan penghentian kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat setelah masa uji coba berakhir pada akhir Juli 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill