Connect With Us

Penutupan M1 Belum Jelas, Pemkot Tangerang Bangun Jalan Alternatif

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 24 September 2014 | 15:58

Pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta Ditutup (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

 
TANGERANG-Rencana penutupan pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta hingga kini belum jelas. Sementara pihak bandara belum menyediakan jalur alternatif yang diminta Pemerintah Kota Tangerang.

 Guna mengantisipasi kemacetan akibat dari penutupan tersebut, Pemkot Tangerang  telah terlebih dulu memutuskan untuk memperbanyak akses menuju Bandara Soekarno-Hatta baik dari Tangerang maupun Jakarta. Caranya membangun jalan baru dan menambah kapasitas jalan yang sudah ada.

 Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangerang Ikhsan mengatakan, pembangunan infrastruktur itu selain terkait dengan perluasan dan penambahan kapasitas bandara juga dilakukan untuk membagi volume kendaraan agar tidak terfokus pada jalan-jalan yang sudah ada selama ini.
 
"Ini adalah bagian dari penambahan ruang jalan, sehingga kemacetan lalu di jalan-jalan utama bisa dikurangi. Nantinya, seluruh akses jalan ini terkoneksi dengan jalan-jalan utama lain dan saling terintegrasi dengan sistem moda transportasi umum yang kini sedang dibangun oleh Pemkot  Tangerang. Sehingga, untuk menuju bandara, masyarakat pengguna jalan punya banyak alternatif," katanya, Rabu (24/9).
 
Salah satu jalan baru yang sedang disiapkan adalah Jalan STA II dari Jakarta ke Bandara Soekarno-Hatta. Jalur sepanjang 15 kilometer ini merupakan jalan arteri sekunder atau non-tol yang dimulai dari Rest Area Tol Karang Tengah, perumahan Green Lake, Jalan Daan Mogot hingga Bandara Soekarno-Hatta.
 
“Dengan lebar 34 meter, jalan ini akan dibagi menjadi dua lajur. Saat ini progresnya sudah mencapai 65 persen, target kami akhir tahun ini selesai dan STA II ini sudah bisa dioperasikan," kata Ikhsan.
 
Cikal bakal pembangunan Jalan STA 11 ini, kata Ikhsan, sudah direncanakan sejak 2005 silam, tapi baru bisa dieksekusi tahun 2010 ketika pengembang perumahan Green Lake meminta membuka akses jalan tembus. "Izin dikeluarkan, dan ruas jalan diperlebar dan diperpanjang hingga menembus Bandara," katanya.
 
Akses baru ini, kata Ikhsan, bisa dimanfaatkan pengguna jalan dari Jakarta ke Bandara Soekarno-Hatta dan sebaliknya tanpa melalui jalan tol. "Keluar tol Alam Sutera, terus bisa ke bandara," katanya.
 
Akses lain yang disiapkan yaitu jalur Blok Teko yang menghubungkan wilayah Neglasari dengan Jatiuwung. Jalan sepanjang 10 kilometer yang terdiri atas tiga segmen ini dibangun untuk mengakomodasi masyarakat di wilayah barat Tangerang agar bisa dengan mudah mengakses Bandara Soekarno-Hatta.

 Selain membangun jalan baru, Kota Tangerang juga menambah kapasitas jalan ke Bandara Soekarno-Hatta yang sudah ada dengan melebarkan jalur arteri Garuda-Juanda.

“Sepanjang 400 meter jalur ini diperlebar 15 meter. Agar visit ratio jalan berimbang," kata Ikhsan.
 
KOTA TANGERANG
Gratis! Begini Prosedur Ganti Dokumen Rusak Akibat Banjir di Disdukcapil Kota Tangerang

Gratis! Begini Prosedur Ganti Dokumen Rusak Akibat Banjir di Disdukcapil Kota Tangerang

Rabu, 28 Januari 2026 | 23:42

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang membuka layanan khusus bagi warga yang dokumen kependudukannya mengalami kerusakan atau hilang akibat musibah banjir.

BANTEN
Direktur Ekbisbanten.com Klarifikasi Soal Laporan Pencemaran Nama Baik Wali Kota Serang

Direktur Ekbisbanten.com Klarifikasi Soal Laporan Pencemaran Nama Baik Wali Kota Serang

Selasa, 27 Januari 2026 | 07:45

Direktur media daring Ekbisbanten.com, Ismatullah, memenuhi undangan klarifikasi di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten pada Senin, 26 Januari 2026.

BISNIS
Dekati Kawasan Hunian, COURTS Buka Gerai One-Stop Shopping di Bintaro Xchange

Dekati Kawasan Hunian, COURTS Buka Gerai One-Stop Shopping di Bintaro Xchange

Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:40

Warga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.

OPINI
Perayaan Imlek di Masjid Istiqlal, Sinkretisme Agama yang Dilarang Islam

Perayaan Imlek di Masjid Istiqlal, Sinkretisme Agama yang Dilarang Islam

Senin, 26 Januari 2026 | 18:51

Suatu ketika kafir Quraish menawarkan kepada Rasulullah Muhammad saw agar Rasulillah Muhammad saw berkenan untuk menyembah sesembahan mereka sehingga merekapun berkenan menyembah Allah Swt, secara bergantian.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill