Connect With Us

Rekaman CCTV Bandara Soetta Tak Ada Paksaan Pemerkosaan

Denny Bagus Irawan | Sabtu, 27 Desember 2014 | 01:21

Yudis Tiawan (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

                                                                                                           
TANGERANGNEWS.com-Petugas Kepolisian dan PT Angkasa Pura II telah membongkar hasil rekaman CCTV yang terpasang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta yang ada di Hotel Pop.  Dalam rekaman tersebut terlihat tidak ada paksaan pada wanita asal Tiongkok yang mengaku korban pemerkosaan. Baca Juga : Prabowo-Sandi Menang

Awal mula wanita yang belakangan diketahui berinisial ZZ itu terlihat turun dari pesawat pada Sabtu 20 Desember 2014.   Lalu ZZ bertemu dengan seorang perempuan yang diduga WN Tiongkok. 

 

Sesampai di curbside atau selasar Bandara,  wanita berparas cantik itu juga disambut seorang perempuan. Lalu pada Senin (22/12)  sekitar pukul 20.02 WIB,  ZZ  datang kembali ke Bandara dengan pakaian berbeda serta menggunakan taksi Blue Bird. Kedatangan ZZ tersebut saat itu mengundang petugas Avsec,  karena menurut sopir taksi yang ditumpangi ZZ, wanita ini  tidak mau turun.


“Jadi terang sudah, kalau dia datang bukan baru turun dari pesawat, tetapi dari luar bandara, ingin ke bandara malam itu,” terang Manajer Humas dan Protokoler Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudis Tiawan, Sabtu (27/12/2014).


Setelah dibantu petugas Security, ZZ turun dari taksi lalu masuk ke dalam Terminal 2D. Berdasarkan rekaman CCTV, terlihat sesampai di Terminal 2D,  ZZ  tampak kebingungan di sekitar check in area. Setelah itu tiga orang petugas menghampiri. Dia kemudian ditanya asal muasal. Namun, ZZ tidak bisa berbahasa Inggris. Karena dia hanya bisa berbahasa mandarin. 

 

ZZ lalu dibawa seorang petugas Avsec yang dicurigai sebagai pelaku berinisial BP ke ruang Imigrasi. Di sana dia dipertemukan dengan orang yang mengerti bahasa mandarin. Entah bagaimana jawaban ZZ, sampai penterjemah yang kebetulan adalah seorang penumpang  menyatakan jawaban ZZ tidak mengenakan.  

“Sekitar pukul 23.29 WIB, BP dan seorang  petugas Avsec mengantar ZZ  keluar dari area check-in melalui pintu security check point (SCP) 1 Pintu 2. Sekitar 23.31 WIB, ZZ turun melalui Lift 3B menuju lobi dalam kedatangan,” tutur Yudis.
 
Di sana dia cukup lama, sehingga berganti hari yakni Selasa (23/12/2014).  ZZ duduk di bangku khusus pengunjung atau penjemput sekitar pukul  00.10 WIB.  ZZ saat itu mengenakan jaket hitam,  kemudian tiduran di bangku tersebut.  

Tak lama kemudian muncul R pukul 00.54 WIB. R yang diduga pelaku tampak datang sendiri dan duduk di samping ZZ. Namun, tak lama R kemudian pergi dari samping ZZ.  Sekitar pukul 01.11 WIB,  tampak R datang bersama BP dan seorang petugas lain yakni RF untuk bertanya kepada ZZ.

”Saat itu RF lalu pergi dari lokasi. Yang terlihat pada CCTV hanya dua orang petugas Avsec yakni  BP dan R yang ada di sana bersama ZZ ngobrol,” katanya.  

Pukul 01.18 WIB, BP dan  R serta  ZZ pergi menuju Lift.  Setelah pukul 01.20 WIB,  mereka bertiga menuju kembali ke SCP 1 Pintu 2.

“Pukul 01.42 ketiganya keluar lagi ke arah selasar. Pukul 01.43 WIB, ketiganya naik taksi dan meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta. Kemungkinan besar ke hotel,” ungkapnya.  



Keesokannya, sekitar pukul 08.50 WIB,  kehadiran ZZ juga terekam.  Dia  tampak tiba di lobi jalur 2 lalu lintas terminal 1A.  Sekitar pukul 10.33 WIB,  korban tampak menuju SCP Terminal 1C dan terlihat sedang melaporkan kepada petugas. Avsec. Baca Juga : Prabowo-Sandi Menang

“Saat itu korban melapor kehilangan tas dengan bahasa tubuh,” katanya.   

Kemudian sekitar pukul 10.43 WIB,  petugas Avsec tampak berusaha menanyakan kepada penumpang lain yang terlihat berkewarganegaraan Tionghoa untuk membantu komunikasi. Sekitar  pukul  11.01 WIB sejumlah petugas polisi datang menuju SCP Terminal 1C.

 

Pukul  11.11 WIB polisi meninggalkan SCP  Terminal 1C menuju Pospol.  “Itu hasil rekaman CCTV yang ada di Bandara ini. Adapun kami membaca di media, pihak kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan terhadap CCTV di Hotel Pop," katanya. 

Artinya tidak ada paksaan jika melihat hasil rekaman CCTV, tidak seperti yang diberitakan. 

 

"Namun, meski tak ada paksaan, tetap perbuatan kedua orang oknum petugas Avsec tersebut telah mempermalukan bangsa ini, dan tentunya akan ada sanksi berat kepada keduanya,” ujarnya.
 

WISATA
Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan

Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan

Senin, 27 April 2026 | 07:36

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.

HIBURAN
VIVERE Hotel Tangerang Gandeng Seniman Berkebutuhan Khusus Gelar Pameran Seni Bertema You See Me and I Feel You

VIVERE Hotel Tangerang Gandeng Seniman Berkebutuhan Khusus Gelar Pameran Seni Bertema You See Me and I Feel You

Selasa, 28 April 2026 | 08:01

Dalam rangka menyambut Bulan Autisme Sedunia, VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated bekerja sama dengan Matalesoge HospitABLElity Academy menggelar pameran seni bertajuk “You See Me and I Feel You”, yang berlangsung pada 24 April

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

KOTA TANGERANG
Buronan Curanmor Bersenpi Asal Lampung Diringkus di Jatiuwung Tangerang

Buronan Curanmor Bersenpi Asal Lampung Diringkus di Jatiuwung Tangerang

Jumat, 1 Mei 2026 | 13:02

Komplotan spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) asal Lampung Timur yang kerap beraksi dengan menggunakan senjata api (senpi) ditangkap saat beraksi di Kota Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill