Connect With Us

Komplotan Penipu di Bandara Soetta Digulung

Denny Bagus Irawan | Jumat, 16 Januari 2015 | 14:48

Dua Pelaku Penipuan berhasil Ditangkap Polres Bandara Soekarno-Hatta (Dira Derby / TangerangNews)

TANGERANG-Petugas Polres Bandara Soekarno-Hatta berhasil menangkap komplotan penipu dengan mengatasnamakan pejabat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta digulung, Jumat (16/1). 
 
Dari empat pelaku, petugas akhirnya berhasil menangkap dua pelaku. Dalam aksinya, jaringan ini berhasil mengantongi ratusan juta rupiah.
 
Kedua pelaku masing-masing berinisial AD warga Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan dan AN warga Bekasi, Jawa Barat.
 
AD bertugas sebagai eksekutor atau yang menghubungi korbannya via telepon. Sedangkan AN bertugas sebagai perantara dengan pemilik rekening bank.  
 
Kasat Reskrim Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Azhari Kurniawan mengatakan, jaringan penipu tersebut telah meresahkan sejumlah instansi di Bandara Soekarno-Hatta,  bahkan sejumlah daerah lain. Sebab, dalam aksinya mereka telah melakukan pendataan terlebih dahulu terhadap calon korban. 
 
"Kalau di sini (Bandara) dia menipu sebuah perusahaan besar PT GAA dengan korban berinisial AF. Pelaku mengaku pejabat, meminta uang,  lalu uangnya ditransfer. Sekali dua kali berhasil, saat meminta jumlah lebih besar, baru korban AF curiga," kata Kasat. 
 
Sebenarnya, kata Azhari, pelaku lebih dulu melakukan aksinya di luar Bandara, seperti Banyuwangi, Pemalang, Makasar, Lampung, Jambi dan Kalimantan.
 
Pelaku mengaku kepada korbannya sebagai pejabat, seperti dari pihak kepolisian, jaksa, dan pejabat di kementerian. Sebelum menghubungi korbannya, pelaku telebih dahulu melakukan pendataan. 
 
"Seperti kebiasaan korban, mencari kasus korban dengan cara browsing di media, dan mencari nomor telepon korban. Mereka punya semacam "buku pintar" yang isinya sejumlah nomor telepon pejabat, bahkan PPATK juga ada," terangnya. 
 
Korban terakhir di Bandara Soekarno-Hatta juga merupakan seorang pejabat yang dicatut namanya untuk menipu pemenang tender.
 
"Itu yang terakhir jaringan ini dapat Rp57 juta. Kalau total sudah ratusan juta," terang Kasat. 
 
Jaringan ini, kata Kasat,  menggunakan metode jaringan terputus. Ada kelomplok pencari data, kelompok eksekutor dan terakhir kelompok pemilik rekening bank yang memiliki rekening lebih dari 10 nomor. Pelaku juga langsung menguras uangnya setelah korban mengirim ke rekening yang sudah diberikan pelaku kepada korban.
 
“Mereka pintar, karena ada batas harian dalam pengambilan uang. Sehingga mereka sebar juga ke sejumlah rekening agar bisa mengurasnya langsung untuk dibagi hasil,” tutur Azhari.

Adapun barang bukti atas kasus tersebut, petugas berhasil menyita “buku pintar”, lima ponsel, klipingan berita, buku rekening bank dan  setoran tunai bank. 
 
BISNIS
Dekati Kawasan Hunian, COURTS Buka Gerai One-Stop Shopping di Bintaro Xchange

Dekati Kawasan Hunian, COURTS Buka Gerai One-Stop Shopping di Bintaro Xchange

Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:40

Warga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.

BANTEN
Direktur Ekbisbanten.com Klarifikasi Soal Laporan Pencemaran Nama Baik Wali Kota Serang

Direktur Ekbisbanten.com Klarifikasi Soal Laporan Pencemaran Nama Baik Wali Kota Serang

Selasa, 27 Januari 2026 | 07:45

Direktur media daring Ekbisbanten.com, Ismatullah, memenuhi undangan klarifikasi di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten pada Senin, 26 Januari 2026.

SPORT
Gagal Rebut Poin Penuh dari Bhayangkara FC, Persita Alihkan Fokus ke Persija  

Gagal Rebut Poin Penuh dari Bhayangkara FC, Persita Alihkan Fokus ke Persija  

Rabu, 28 Januari 2026 | 12:44

Persita Tangerang langsung mengalihkan fokus ke laga berikutnya setelah bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC.

NASIONAL
Pertamina Usul Beli Gas LPG 3 Kg Dibatasi 10 Tabung per Bulan

Pertamina Usul Beli Gas LPG 3 Kg Dibatasi 10 Tabung per Bulan

Rabu, 28 Januari 2026 | 12:35

PT Pertamina Patra Niaga mengusulkan kebijakan pembatasan pembelian LPG subsidi 3 kilogram maksimal 10 tabung per bulan untuk setiap kepala keluarga (KK).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill