Connect With Us

Soal Taksi Gelap, PT Angkasa Pura II Gandeng Koperasi Angkatan Udara

Denny Bagus Irawan | Kamis, 8 Oktober 2015 | 16:11

Ratusan Taksi Gelap dan Pelanggar Keteriban di Bandara Terjaring Razia (Dira Derby / TangerangNews)

 

TANGERANG–Pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II menggandeng Induk Koperasi Angkatan Udara (Inkopau) guna memecahkan masalah taksi gelap yang kerap menjadi persoalan selama ini.

Senior General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Zulfahmi mengatakan, pihaknya telah melakukan peningkatan pelayanan dan penataan fasilitas baru dengan melakukan penataan taksi-taksi resmi dan taksi gelap di bandara.

“Kami telah menertibkan dan melakukan penataan terhadap taksi-taksi tersebut menjadi Angkutan Sewa Resmi Bandara dengan pola pengelolaan berkerjasama dengan Inkopau,” terang Zufahmi, Kamis (8/10).

Pihaknya optimis, dengan menggandeng Inkapau selaku partner sekaligus koordinator di lapangan untuk senantiasa menjaga standar pelayanan angkutan sewa.  Kenapa Inkapau, karena menurut Zulfahmi, Inkapau telah terbukti di sejumlah bandara menjadi partner kerja pengelola bandara.

“Seperti Halim, Palembang, Lampung, Surabaya dan Yogya. Kita sedang uji coba sejak 20 September kemarin, kita lakukan pendekatan persuasif,” terangnya.

Dia mengatakan, saat ini jumlah armada taksi gelap yang bergabung di Inkopau 451 unit dari ribuan taksi gelap. Diakuinya, banyak yang hingga kini belum bergabung ke Inkapau tetapi dia tidak paksa.  

“Kalau tidak mau, kita tidak paksa, kita akan tertibkan. Kita filosofinya tidak ingin mematikan usaha mereka.  Sedangkan soal tarif seharusnya memang ditentukan Dirjen Perhubungan Darat,  tetapi kami masih trial dengan menyerahkan kepada Inkopau,” terangnya.

Perbedaan antara taksi gelap dan taksi dibawah Inkopau adalah stiker yang ditempel di kaca mobil. Sedangkan untuk pengemudinya, menurut Zulfahmi, pasti akan berbeda dengan pengemudi taksi gelap karena untuk bergabung menjadi driver Inkopau diwajibkan untuk ikut training yang nantinya bertujuan dapat melayani penumpang sesuai dengan aturan Inkapau.

“Penumpang juga bisa komplain dengan segera kepada Inkopau karena ada nomor kontak centernya. Keuntungan kami (PT Angkasa Pura II) ada Inkopau lalu apa? Buat kami  pengguna jasa bandara tak lagi terganggu dengan mereka (taksi gelap) yang sering memaksa adalah merupakan suatu keuntungan,” terangnya.

Sedangkan, Director of Airport Facility & Service Ituk Herarindri menambahkan, sejumlah upaya-upaya yang telah dilakukan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan terus pihaknya tingkatkan. “Upaya nyata tersebut adalah wujud usaha kami untuk memberikan pelayanan prima (service excellent) dalam memenuhi harapan serta kebutuhan seluruh pelanggan agar terwujud smile airport di seluruh bandara PT Angkasa Pura II (Persero),” tuntasnya.

 

BISNIS
Logeski Tawarkan Cara Baru Bersihkan Toilet Tanpa Perlu Banyak Menyikat

Logeski Tawarkan Cara Baru Bersihkan Toilet Tanpa Perlu Banyak Menyikat

Minggu, 13 September 2026 | 06:38

Logeski memperkenalkan Logeski Toilet Bowl Cleaner ke pasar Indonesia dengan konsep no-scrub cleaning.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

HIBURAN
Swiss-BelHotel Airport Jakarta Rayakan 11 Tahun, Usung Semangat Tumbuh Bersama

Swiss-BelHotel Airport Jakarta Rayakan 11 Tahun, Usung Semangat Tumbuh Bersama

Kamis, 10 September 2026 | 17:43

Swiss-BelHotel Airport Jakarta memasuki usia ke-11 tahun. Momen tersebut dirayakan dengan mengangkat tema “Growing Stronger, Success Together” sebagai refleksi perjalanan hotel sekaligus semangat menyambut perkembangan di tahun-tahun berikutnya.

KAB. TANGERANG
Diduga Mabuk, Pria di Rajeg Tangerang Rusak 6 Rumah Warga

Diduga Mabuk, Pria di Rajeg Tangerang Rusak 6 Rumah Warga

Senin, 14 September 2026 | 16:53

Seorang pria bernama Bejo, melakukan pengrusakan terhadap enam rumah warga di Perumahan Griya Bintang Mekarsari, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Aksi bejo terekam CCTV dan kini beredar di media sosial.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill