Dekati Kawasan Hunian, COURTS Buka Gerai One-Stop Shopping di Bintaro Xchange
Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:40
Warga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.
TANGERANGNews.com-Pengelola Bandara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II memprediksi puncak arus mudik di Bandara tersebut akan terjadi pada H-2 Lebaran, yakni hari Senin tanggal 4 Juli 2016. Sedangkan kenaikan jumlah penumpang akan terjadi pada sekitar 3,2 persen.
Haerul Anwar Manager Humas PT Angkasa Pura II mengungkapkan, prediksi tersebut dilakukan dengan membandingkan jumlah penumpang pada tahun lalu dan melihat tren pemudik menjelang Idul Fitri ditahun ini.
"Ini jika dibandingkan tahun 2014 dan 2015, 2016 ini kami prediksi akan lebih banyak, ada lonjakan mendekati hari H-2 bahkan hari H Idul Fitri," tutur Haerul, Kamis (23/6/2016).
Adapun prediksi data pergerakan pesawat dan penumpang lebaran tahun 2016 di Bandara Soekarno-Hatta, tercatat jumlah penumpang berangkat paling banyak pada H-2 Lebaran, dengan prediksi total 93.104 penumpang per hari yang berangkat dengan tujuan domestik.
Sedangkan jumlah penumpang terbanyak kedua diperkirakan jatuh pada H-1 Lebaran, dengan total 85.739 penumpang penerbangan domestik per harinya. Sedangkan pada hari Lebaran sendiri, jumlah penumpang penerbangan domestik yang berangkat diprediksi menurun ke angka 70.000 penumpang per hari.
Sementara itu, Senior General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Suriawan Wakan mengatakan, dalam menghadapi arus mudik, manajemen Bandara Soekarno-Hatta juga akan menyiapkan Posko Lebaran 2016 yang bertempat di Terminal 1B. Posko tersebut akan beroperasi besok, Jumat (24/6/2016) hingga 17 Juli 2016 mendatang. “Berdasarkan data tahun 2015, jumlah pemudik pada periode yang sama, yakni saat Lebaran dan H2 Lebaran adalah 42.377 dan 43.967. Sementara pada tahun 2014, jumlah pemudik pada hari H Lebaran mencapai 46.656 oran,” tandasnya.
TODAY TAGWarga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.
PT Pertamina Patra Niaga mengusulkan kebijakan pembatasan pembelian LPG subsidi 3 kilogram maksimal 10 tabung per bulan untuk setiap kepala keluarga (KK).
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mendorong budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah organik rumah tangga yang menjadi penyumbang besar tumpukan sampah di wilayah tersebut.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews