Begini Cara Cek KTP Dipakai Pinjol Ilegal atau Tidak, Bisa Lewat Online
Rabu, 20 Mei 2026 | 12:33
Masyarakat bisa mengecek sendiri apakah KTP atau Nomor Induk Kependudukan (NIK) mereka pernah dipakai untuk pinjaman online (pinjol) tanpa izin.
TANGERANGNews.com-PT Angkasa Pura II menyatakan, progress pembangunan rel kereta di Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat ini telah mencapai 65 persen.
Public Relation Manager PT Angkasa Pura II Yado Yarismano mengatakan, pembangunan rel kereta sejalan dengan pembangunan Integrated Building sebuah tempat di mana moda transportasi di seluruh area Bandara Soekarno-Hatta terkoneksi di gedung itu. “Dan saat ini, progressnya sudah mencapai 65 persen sampai dengan tanggal 20 November 2016,” ujar Yado, hari ini.
Pembangunan integrated building terlihat dari luar sudah terpasang rangkanya. Terlihat tiang tinggi dan lapisan beton yang membagi antara bagian dasar dengan bagian di sebelah atas bangunan. Disisi sebelahnya terlihat susunan bantalan rel kereta api dan beberapa peron yang telah dibangun di dalam Integrated Building tersebut.
“Semua akan terkoneksi melalui integrated building, tidak hanya kereta bandara tetapi juga kereta tanpa awak atau Automatic People Mover System,” ujarnya.
Proyek kereta Bandara Soekarno-Hatta dan Integrated Building sedianya disiapkan dalam rangka menyambut pagelaran Asian Games tahun 2018. Nantinya, pengguna jasa bandara dapat menuju Bandara Soekarno-Hatta menggunakan kereta dari Stasiun Manggarai dan sebaliknya dari bandara ke Jakarta.
Masyarakat bisa mengecek sendiri apakah KTP atau Nomor Induk Kependudukan (NIK) mereka pernah dipakai untuk pinjaman online (pinjol) tanpa izin.
TODAY TAGPertandingan pekan terakhir atau jornada ke-34 BRI Super League 2025/26 antara Persita Tangerang melawan Persis Solo dipastikan berlangsung tanpa penonton.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya maupun terprovokasi isu kemunculan pocong jadi-jadian yang belakangan ramai dibicarakan warga di sejumlah wilayah Kota Tangerang.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mewaspadai potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang diakibatkan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews