Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan
Senin, 27 April 2026 | 07:36
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TANGERANGNews.com- Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang kini dilengkapi dengan adanya bioskop atau digital camera. Para penumpang kini bisa menikmati film - film box office.
PT Angkasa Pura II dan Telkomsel memanjakan penumpang yang ingin menyaksikan aksi - aksi aktor serta aktris Hollywood di layar lebar.
Pengelola Bandara itu membuat digital cinema.
Para peninggi dari Angkasa Pura II serta Telkomsel meresmikan digital cinema ini pada Senin (20/2?2017). Turut dihadiri Dirut AP II, Awaludin dan Executive Vice President Telkom, Teuku Muda Nanta.
"Telkom bersinergi dengan AP II untuk pelayanan di Bandara Soetta ini. Dengan akses internet tinggi, semuanya sudah berbasis digital. Sekarang di Bandara Soetta ini sudah dilengkapi digital Cinema," ujar Nanta saat ditemui di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Tangerang, pada Senin (20/2/2017).
Ia mengungkapkan bioskop mini ini baru pertama kali ada di Bandara se-Indonesia. Menurut Nanta jajaran BUMN seperti Telkom dan AP II hadir untuk negeri demi melayani khalayak masyarakat.
"Para penumpang memang harus dilayani dengan baik. Dan dilakukan secara adil. Makanya era digital diperlukan di Terminal 3 ini dengan adanya digital cinema," ucap Awaludin.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TODAY TAGDi tengah kepungan polusi udara dan kenaikan suhu di wilayah penyangga Jakarta, konsep Ruang Terbuka Hijau (RTH) kini bukan lagi sekadar pelengkap estetika bangunan. Paramount Petals Dorong Standar Hunian Modern Lewat Optimalisasi Ruang Terbuka Hijau
Kantor Regional I PT Angkasa Pura Indonesia (Injourney Airports) menyatakan kesiapan penuh untuk melayani keberangkatan jemaah haji tahun 1447H/2026.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews