Connect With Us

Imigrasi Bandara Soekarno Hatta Tolak 562 WNA, Paling Banyak dari Tiongkok

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 19 Desember 2017 | 16:00

Jajaran Imigrasi Kelas I Soekarno Hatta (Soetta), saat menggelar Konferensi Pers, yang diadakan di kantor Imigrasi Bandara Soetta, Selasa (19/12/2017). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Jajaran Imigrasi Kelas I Soekarno Hatta pada awal tahun 2017 hingga hari ini berhasil mengamankan dan menolak 562 warga negara asing (WNA) yang masuk ke Indonesia. Dari data tersebut didominasi WNA dari Tiongkok.

Kepala Imigrasi Kelas I Soetta, Enang Supriyadi Syamsi mengatakan, penolakan terhadap orang asing di Bandara Soekarno Hatta pada tahun sebelumnya mengalami penurunan.

BACA JUGA:

"Di tahun 2016 ada 719 orang WNA yang ditolak. Sedangkan di tahun 2017 ini ada 562 orang WNA," ujar Enang saat ditemui di Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta, Selasa (19/12/2017).

Menurutnya, pada tahun 2017 ini, penolakan orang asing di Bandara Soekarno Hatta terdapat dari 5 negara teratas, dengan didominasi oleh Tiongkok.

"5 negaranya dari Tiongkok, Malaysia, Jepang, Singapura dan Saudi Arabia. Mereka ditangkap karena masalah keimigrasian," ucapnya.

Selain alasan keimigrasian, alasan penolakan orang asing tersebut karena masuk dalam daftar cekal, paspor rusak atau palsu, tidak kooperatif serta mengganggu ketertiban umum dan lain sebagainya.

Enang menyebut trend penurunan penolakan terhadap orang asing tersebut disebabkan karena lebih ketatnya pengawasan di Bandara Soekarno Hatta.

Terlebih, pihaknya mau pun negara secara tegas melakukan penolakan terhadap orang - orang asing yang tidak berkepentingan untuk datang ke Indonesia.

"Maka dari itu kami kuatkan sistem filter dalam mendeteksi kedatangan para WNA tersebut," paparnya.(RAZ/RGI)

SPORT
Bukan Sekadar Kawasan Bisnis, Sinar Mas Land Hadirkan Platform D.A.N.C.E untuk Perkuat Ekosistem Digital Hub

Bukan Sekadar Kawasan Bisnis, Sinar Mas Land Hadirkan Platform D.A.N.C.E untuk Perkuat Ekosistem Digital Hub

Rabu, 16 September 2026 | 21:56

Pertumbuhan ekosistem digital yang semakin besar sering kali menciptakan tantangan baru, terutama dalam menjaga konektivitas, interaksi, dan peluang kolaborasi antarperusahaan agar berjalan beriringan.

KAB. TANGERANG
Rampungkan Gedung High School di Gading Serpong, MNS Hadirkan Ekosistem Belajar Berstandar Global

Rampungkan Gedung High School di Gading Serpong, MNS Hadirkan Ekosistem Belajar Berstandar Global

Rabu, 16 September 2026 | 22:24

Multimedia Nusantara School (MNS), sekolah berbasis teknologi dan karakter di bawah naungan Yayasan Multimedia Nusantara (YMN) serta Kompas Gramedia Group, resmi menyelesaikan pembangunan struktur utama Gedung High School di kawasan Gading Serpong

BANTEN
Sinar Mas Land dan Kemenekraf Kolaborasi Kembangkan Ekosistem Ekonomi Kreatif di KEK ETKI Banten

Sinar Mas Land dan Kemenekraf Kolaborasi Kembangkan Ekosistem Ekonomi Kreatif di KEK ETKI Banten

Rabu, 16 September 2026 | 19:11

Sinar Mas Land (SML) resmi menggandeng Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) RI untuk memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ETKI Banten

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill