Connect With Us

Penyelundup Kembali Bidik Akhir Pekan

| Jumat, 5 Maret 2010 | 19:06

Warga Negara India (tangerangnews / dira)

 
TANGERANGNEWS-Pelaku penyelundupan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali bidik akhir pekan. Kali ini, seorang warga Negara India bernama Faisal Ahmad,22, ditangkap petugas Bea dan Cukai bandara itu lantaran memiliki bahan sabu (ketamine) sebanyak 7,850 gram, atau senilai Rp7,85 Miliar.
 
 
Penangkapan terhadap Faisal Ahmad terjadi di Terminal II E kedatangan pada Kamis (4/3) malam. Itu semua berawal dari bawaan dia yang sangat mencurigakan. Pasalnya, dia membawa koper aluminium. “Sebab, memang aluminium tidak bisa ditembus x-ray,” tutur Kepala Kantor Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta Baduri Wijayanta, sore ini.
 
 Begitu dibongkar, ternyata di bawah tumpukan barang dagangan milik tersangka, seperti sarung dan dompet saku terdapat rongga yang digunakan untuk menyimpan sesuatu. Akibatnya petugas semakin curiga dan membongkar paksa bagian bawah tas koper alumunium tersebut.
 
Hasil dari pemeriksaan, petugas menemukan serbuk putih. Setelah dicek ternyata serbuk itu adalah ketamine yang bila dikonsumsi seperti mengkonsumsi sabu. "Bila mengkonsumsi ketamine ini bisa menciptakan halusinasi seperti mengkonsumsi sabu," kata, Baduri.
 
Bahkan, tambahnya, ketika petugas membongkar tas itu petugas merasa kesulitan, karena tas yang terbuat dari aluminium tersebut di desain sedemikian rupa. "Begitu diketahui membawa ketamine, Faisal Ahmad, lansung kami amankan untuk diperiksa lebih lanjut," kata Baduri.
 
Di dalam pemeriksaanya, Faisal Ahmad yang datang ke Indonesia dengan menggunakan pesawat Silk Air (MI 157) dari Coimbatore, India untuk transit di Singapura dan melanjutkan perjalanannya ke Jakarta dengan Pesawat Singapore Airline (SQ 956).
 
Dirinya  mengaku membawa barang tersebut atas suruhan M di Negara India. Dan apabila barang itu berhasil diberikan kepada seseorang yang ada di salah satu Hotel di Jakarta.   Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Gatot Sugeng Wibowo menjelaskan, Faisal Ahmad yang berprofesi sebagai pembantu di salah satu restoran di Chennai, India itu akan mendapatkan imbalan sebesar 5.000 rupe.
 
"Dalam pemeriksaannya, Faisal Ahmad kurang koorperatif, sehingga petugas kesulitan untuk bisa menangkap seseorang yang akan menerima barang itu di Jakarta," kata Gatot seraya menambahkan,
 
Sedangkan pada tahun 2009 lalu, petugas Bea dan Cukai berhasil menangkal tiga kasus penyelundupan ketamine yang dilakukan oleh dua orang warga negara India dan satu orang warga negara China dengan barang bukti total sebanyak 36,1 kilogram. "Kasus-kasus itu sudah kami limpahkan ke Mabes Polri untuk ditindak Lanjuti," kata Gatot.(dira)

MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

BANTEN
Hari Pertama SPMB Banten 2026 Jalur Domisili Lingkungan Terkendala Titik Koordinat

Hari Pertama SPMB Banten 2026 Jalur Domisili Lingkungan Terkendala Titik Koordinat

Kamis, 11 Juni 2026 | 05:17

Sejumlah kendala muncul pada hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk jenjang SMA, SMK, dan SKh.

TANGSEL
Pertamax Naik Rp16.250 per Liter, Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Tangerang

Pertamax Naik Rp16.250 per Liter, Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Tangerang

Kamis, 11 Juni 2026 | 05:19

Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green yang mulai berlaku pada Rabu, 10 Juni 2026, mulai memengaruhi pola pembelian masyarakat di sejumlah SPBU wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan.

BISNIS
Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Jumat, 5 Juni 2026 | 23:57

Industri makanan dan minuman nasional, khususnya sektor minuman kemasan, terus menunjukkan resiliensinya sebagai salah satu tulang punggung manufaktur di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill