Program 3 Juta Rumah Dinilai Belum Sentuh Akar Masalah Reforma Agraria
Minggu, 3 Mei 2026 | 09:13
Rencana pembangunan 3 juta rumah yang dijalankan pemerintah dinilai belum sepenuhnya menyentuh persoalan mendasar terkait reforma agraria.
TANGERANGNEWS.com-PT Angkasa Pura II (Persero) melalui Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten menggelar berbagai acara pada perayaan tahun baru Imlek. Hal itu dimaksudkan agar para pengguna jasa tidak kehilangan momentum meski akan berlibur Imlek.
Senior Manager Of Branch Communication and Legal Soekarno-Hatta Airport, Erwin Revianto mengatakan, untuk memeriahkan tahun baru Imlek pada tahun ini, Bandara Soekarno-Hatta menggelar acara lebih menghibur dan meriah untuk para penumpang.

“Acara digelar sejak 9-23 Februari. Mulai dari Bazar di Food Cetera Terminal 1B kedatangan, hari ini kami juga menggelar atraksi barongsai di Terminal 1,2 dan 3,” terang Erwin.
Sedangkan pada 16-17 Februari 2018 akan digelar photobooth dan Lion Dance di Terminal 1 dan 2 Bandara Soekarno-Hatta.
“Tak lupa kami juga menggelar pagelaran barongsai tonggak di kedatangan Domestik Terminal 3 pada tanggal 15 & 24 Februari 2018 dan juga Penampilan Musik Gu Cheng di check in counter Terminal 3 domestik,” jelasnya.

Tampak dalam pertunjukan tersebut, para pengguna jasa antusias memperhatikan atraksi barongsai. Pertunjukan tersebut bukanlah yang pertama kali digelar. PT Angkasa Pura II merayakannya setiap tahun baru imlek.
Diantara penonton bahkan juga terlihat turis asing yang tertarik dengan kesenian tradisinal Tionghoa tersebut.
“Ini bukan yang pertama kali kita mengadakan. Setiap tahun kami menggelarnya,” ujar Erwin.(DBI/RGI)
Rencana pembangunan 3 juta rumah yang dijalankan pemerintah dinilai belum sepenuhnya menyentuh persoalan mendasar terkait reforma agraria.
TODAY TAGGelandang Persita Tangerang asal Korea Selatan (Korsel) Bae Sin-yeong berpeluang akan segera membela Timnas Indonesia melalui proses naturalisasi.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews