Connect With Us

Status Tidak Jelas, Ratusan Buruh di Bandara Soekarno-Hatta Mogok Kerja

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 31 Desember 2019 | 14:22

Ratusan buruh di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang menggelar aksi mogok kerja, Selasa (31/12/2019. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Ratusan buruh di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang menggelar aksi mogok kerja, Selasa (31/12/2019. Aksi itu dilandasi kecewa mereka atas kejelasan status kerjanya.

Para pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) ini sudah menjalankan aksinya sejak dini hari.

Mereka yang mogok berasal dari anak perusahaan PT Garuda Indonesia (Persero), Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk.

"Tuntutan kami ini terkait tidak adanya status kerja. Ini tidak jelas,” ujar Yudi Wiratmaja, koordinator aksi.

Baca juga:

Ia mengatakan ketidakjelasan status kerja tersebut terlihat dari tempat perusahaannya bekerja. Pihak perusahaan memberikan kuasa kepada pihak ketiga yakni PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) untuk mengurusi semua status pekerjaan.

"Kami hanya meminta kejelasan status kerja di Gapura Angkasa. Oleh pihak mereka kemudian di sub kontrak lagi ke GDPS. Nah, kami di GDPS enggak jelas statusnya," ungkapnya.

Pihaknya telah melayangkan surat berkali-kali kepada manajemen ihwal ketidakjelasan ini. Namun tanggapan yang didapat adalah surat putus kontrak. Kata dia, sebanyak 800 pekerja tidak diterima.

"Kalau teman-teman sudah pada keluar semua, mungkin pesawat Garuda nggak akan berangkat malam ini," jelasnya.

Seluruh pegawai yang melakukan aksi mogok kerja merupakan pegawai di Ground Handling Bandara Soekarno-Hatta. Mereka telah bekerja lebih dari 10 tahun di posisi itu. 

"Kami punya sertifikat dari Dinas Perhubungan," pungkasnya.(RAZ/RGI)

KAB. TANGERANG
Pemkab Tangerang Bakal Urus Kepulangan Warga Sepatan yang Disiksa Majikannya di Malaysia

Pemkab Tangerang Bakal Urus Kepulangan Warga Sepatan yang Disiksa Majikannya di Malaysia

Selasa, 3 November 2026 | 22:40

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berencana mengurus kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Jatimulya, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, bernama Siti Rohaya yang diduga menjadi korban penyiksaan oleh majikannya

BANDARA
Teken MoU di Bandara Soetta, Citilink dan Krispy Kreme Luncurkan Layanan Kejutan Spesial bagi Penumpang

Teken MoU di Bandara Soetta, Citilink dan Krispy Kreme Luncurkan Layanan Kejutan Spesial bagi Penumpang

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:53

Maskapai penerbangan Citilink menghadirkan inovasi baru untuk memperkuat pengalaman terbang pelanggannya melalui kolaborasi strategis bersama Krispy Kreme Indonesia.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TANGSEL
Polemik Jabatan Sekda, Pemkot Tangsel Ajak Mahasiswa Diskusi Terbuka

Polemik Jabatan Sekda, Pemkot Tangsel Ajak Mahasiswa Diskusi Terbuka

Selasa, 3 November 2026 | 19:06

Menanggap aksi mahasiswa, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel Tubagus Asep Nurdin, menyatakan bahwa pihaknya memandang dinamika dan perbedaan pandangan publik sebagai bagian yang menyehatkan

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill