Jalur Mutasi SPMB SMP Kota Tangerang Dibuka Besok
Senin, 29 Juni 2026 | 19:00
Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung.
TANGERANGNEWS.com-Angkasa Pura Indonesia (API) atau InJourney Airports mencatat pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta selama 12 hari periode Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, mencapai 2 juta penumpang.
Sedangkan secara nasional di 37 bandara yang dikelola InJourney Airports, tercatat ada 6 juta pergerakan penumpang.
"Kalau secara nasional realisasi pergerakan penumpangnya sudah 6 juta, maka di Soekarno-Hatta saja sudah 2 juta penumpang selama 12 hari ini," ungkap Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi, Senin 30 Desember 2024.
Bahkan, pergerakan pesawat di Bandara Soekarno Hatta per harinya sudah berada di level rata-rata 1.200 penerbangan, sehingga menjadikan bandara tersibuk di Indonesia.
"Jadi memang sangat sibuk, karena melayani paling tidak 1.200 flight, sehingga per menitnya itu ada satu pesawat yang terbang ataupun mendarat. Tapi kami bisa melayani secara baik," jelas Faik.
Menurutnya, angka pergerakan tersebut diprediksi akan terus naik hingga nanti posko Nataru selesai di hari ke-19 atau pada 5 Januari 2025.
Pihaknya sendiri menargetkan pergerakan penumpang selama angkutan Nataru ini akan mencapai 9,3 juta jiwa di 37 bandara.
"Jadi diprediksi akan terus bergerak naik sampai nanti arus balik Nataru. Kalau dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu saja, naiknya bisa 10 persen," kata Faik.
Adapun arus balik Nataru diprediksi akan terjadi puncaknya pada tanggal 4 Januari 2024. Pada hari itu, pergerakan penumpang tidak akan jauh berbeda dengan arus berangkat di akhir Desember lalu.
"Kami mencatatkan pergerakan penumpang di arus berangkat Nataru itu pada tanggal 22 Desember, sebanyak 190 ribuan penumpang. Nanti arus balik, mungkin tidak akan berbeda jauh," tutup Faik.
Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung.
TODAY TAGPeserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu mengetahui bahwa tidak semua tindakan operasi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews