Connect With Us

Sabu Rp1,8 M dalam Lampion Gagal Diselundupkan

| Kamis, 4 April 2013 | 16:27

Sabu diselundupkan di dalam Lampion. (tangerangnews / denny)

 

TANGERANG
-Sabu senilai Rp1,8 miliar atau seberat 1.393 gram gagal diselundupkan ke Bandara Soekarno-Hatta. Sabu sebanyak itu terbagi dalam dua kasus yang berbeda.

Kasus pertama terjadi pada Jumat (22/03) lalu itu  merupakan barang kiriman dari perusahaan jasa titipan dari Ranburg, Afrika Selatan. "Pelaku mengirim dua kali.  Paket sabu  itu disusupi ke dalam sembilan lampion.  Paket kedua dikirim 10 lampion. Didalam seluruh lampion itu terdapat 893 gram sabu," ujar Kepala Kantor Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Okto Iriano, Kamis (4/4).

Atas temuan itu, petugas kemudian melakukan pengembangan ke alamat tujuan, yakni Jagakarsa, Jakarta Selatan. Hasil pengembangan,  petugas kemudian berhasil menangkap Dian Rahmadani ,26, dan seorang pria M Irwan,38 dan Andrianto,38. "Kami curiga, karena lampion kita di sini lebih bagus. Sedangkan lampion ini sebenarnya jelek, kami periksa secara teliti. Pelaku sendiri tertangkap ketika mengaku paket tersebut adalah milik mereka," tegasnya.


Sedangkan kasus kedua terjadi pada Senin (1/4) lalu. Petugas kembali mendapati paket kiriman dari Shenzen, Cina.  "Paket kiriman itu diberitahu berisi water filter. Setelah diperiksa, petugas menemukan sabu sebanyak 500 gram," katanya.

Petugas kemudian melakukan pengembangan ke Duren Sawit, Jakarta Timur. Dalam kasus itu, petugas berhasil menangkap warga negara Indonesia bernama Lim Agus Salim ,48.
"Pengembangan berlanjut ke daerah Malang, Jawa Timur. Dengan dibantu petugas Bea Cukai Jawa Timur beserta Bea Cukai Malang. Petugas berhasil mengamankan Lukman Siswanto,58 yang diduga pemilik paket tersebut," ujar Okto.
 Kasat Narkoba Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Alamsyah menambahkan, Lim Agus Salim sudah tiga kali masuk bui sejak tahun 1995-1996. Dia ditahan atas kasus Hasis, tahun 2001 Lukman kembali ditangkap dan mendekam ditahanan, hingga tahun 2005 dalam kasus ekstasi. Dan pada tahun 2008-2009 dia  kembali ditangkap dengan kasus ekstasi.
 
“Pada kasus ke empat kalinya ini, dia ditangkap karena sebagai pemilik paket kiriman 500 gram sabu yang disembunyikan dalam water filter. Dia mencoba rute baru ke Malang, untuk mengetes jalur, kalau ini lolos, bisa dia lakukan kembali,” ungkapnya.  (DRA)
BANTEN
Padam 3 Jam! Ini Jadwal Pemadaman Listrik Bergilir di Tangerang Raya Jumat Ini

Padam 3 Jam! Ini Jadwal Pemadaman Listrik Bergilir di Tangerang Raya Jumat Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 14:27

Sejumlah wilayah di Tangerang Raya akan mengalami pemadaman listrik bergilir pada Jumat, 19 Juni 2026. PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cikokol, Serpong, Teluknaga, dan Cikupa, mengumumkan penerapan manajemen beban sementara

OPINI
Cara Islam Mengatasi Kenaikan Harga BBM

Cara Islam Mengatasi Kenaikan Harga BBM

Rabu, 17 Juni 2026 | 16:23

Demo yang digelar Mahasiswa beberapa waktu lalu, terkait protes kenaikan harga BBM menunjukan jika kenaikan harga BBM menjadi masalah besar di negeri ini, membuat kehidupan masyarakat bertambah sulit.

MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

PROPERTI
Kembangkan Kawasan Bisnis Premium Baru, Paramount Gading Serpong Hadirkan Victoria Business Loft dan Oxford Square

Kembangkan Kawasan Bisnis Premium Baru, Paramount Gading Serpong Hadirkan Victoria Business Loft dan Oxford Square

Senin, 22 Juni 2026 | 19:18

Paramount Gading Serpong meluncurkan Victoria Business Loft dan Oxford Square – YOSECA Loft yang berada di Victoria Central District sebagai kawasan bisnis premium yang berada di pusat Gading Serpong dengan lokasi strategis

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill