Halloween Makin Seru di Living World Alam Sutera, Ada Singing Pumpkin hingga Kompetisi Kostum
Senin, 26 Oktober 2026 | 18:23
Living World Alam Sutera menghadirkan rangkaian Halloween Spooky Garden yang berlangsung hingga 1 November 2026.
TANGERANGNews.com-Calon Gubernur Banten Nomor Urut 1 Wahidin Halim mengumumkan kemenangannya dalam Pemilu serentak, berdasarkan hasil Quick Count tiga lembaga survei nasional, Rabu (15/2/2017).
Untuk hasil Quick Count Indobarometer (Metro TV) pasangan Wahidin-Andika memperoleh 50,67 persen suara dan Rano-Embay memperoleh 49,33 persen.
Hasil INews Research (INews TV), WH memperoleh 51,8 persen suara dan Rano Karno memperoleh 49,2 persen suara. Indikator (TV One), WH memperoleh 50,31 suara dan Rano Karno memperoleh 49,69 suara.
"Dari data ini, saya menyatakan pasangan WH-Andika menang," kata Wahidin saat konferensi pers di kediamannya di Jalan H Djiran No 1, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.
Meski menang tipis, Wahidin meminta kepada pasangan Rano Karno-Embay agar legowo dengan hasil tersebut. Pasalnya, kedua belah pihak telah sepakat untuk menerima bagaimanapun hasilnya.
"Saya minta agar legowo, kita sudah sepakat siap menang dan kalah berapapun hasil suaranya," ujar Wahidin
Dia juga menyatakan terima kasih atas dukungan tim dan masyarakat yang telah memilihnya. Dia mengucapkan rasa syukur atas kemengan tersebut.
"Saya enggak mau berpesta, kita tunggu dulu saja keputusan KPU," ujarnya.
Living World Alam Sutera menghadirkan rangkaian Halloween Spooky Garden yang berlangsung hingga 1 November 2026.
TODAY TAGWacana redefinisi korupsi yang dilemparkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memicu kegaduhan baru di ruang publik. Pemerintah mengusulkan agar penegakan hukum tindak pidana korupsi bergeser mengikuti standar global
Tiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews