Mendidik Generasi, Bukan Sekadar Mengawasi
Senin, 19 Oktober 2026 | 20:44
Ada yang patut kita renungkan dari program 108 polisi yang ditugaskan menjadi “Bapak Asuh” bagi pelajar di Kota Tangerang. Sekilas, program ini terdengar menenangkan.
TANGERANGNews.com-Selisih suara yang tipis membuat kubu Rano Karno-Embay Mulya Syarif memilih pecaya dengan perhitungan real count oleh KPU Banten. Sebab, sebelumnya dalam berbagai rilis dari lembaga survey, Rano-Embay dipastikan menang meski juga diprediksi selisih sedikit.
“Saya atas nama Rano Karno dan Embay ingin berterima kasih kepada warga Banten. Proses pemungutan suara berjalan dengan lancar aman dan tertib. Insya Allah pilihan sudah sesuai dengan pilihan hati nurani, kami juga berterima kasih kepada teman-teman pers,” ujar Ahmad Basarnah, Ketua Tim Pemenengan Rano-Embay, Rabu (15/0/2017).
Dia juga mengatakan, ada tujuh lembaga survei yang terdaftar di KPU Banten. Dari tujuh lembaga survei itu, terdapat dua lembaga survei yang menyatakan, perolehan selisih di bawah 1 persen membuat lembaga survei itu tidak bisa mengumumkan siapa yang menang pada Pilkada Banten.
“Jadi belum ada yang bisa menyebut siapa yang menang. Karena margin errornya di bawah 1 persen. Kami memang untuk sementara waktu, hasil survei real count oleh KPU dimana kita semua bisa akses. Suara masuk 65 persen. Hasil perhitungan KPU real count diketahui nomor urut 1 mendapatkan 40,86 persen. Sementara nomor urut 2 59,40 persen,” terangnya seraya memberikan link KPU Banten : https://pilkada2017.kpu.go.id/hasil/t1/banten
Ahmad mengatakan, berdasarkan hitungan hasil dari C1 asli yang sudah masuk dari delapan Kabupaten/Kota. Diketahui, Rano Embay diketahui menang di Kabupaten Tangerang 70,50%.
“Kota Cilegon 61,38 persen, Kota Serang mendapatkan 57 persen. Di Kota Tangerang pasangan Rano-Embay, 30 persen. Tangsel 49,72 persen. Di dua kota ini, nomor urut 2 kalah memang. Untuk Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang dan serta Lebak masih belum selesai. Tapi tiga Kabupaten itu adalah basis suara Rano-Embay,” tuturnya.
Ada yang patut kita renungkan dari program 108 polisi yang ditugaskan menjadi “Bapak Asuh” bagi pelajar di Kota Tangerang. Sekilas, program ini terdengar menenangkan.
TODAY TAGUlama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
Insiden kebakaran hebat yang melanda kawasan industri di Jalan Industri Raya VIII, Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang menghanguskan sekitar sembilan gudang, pada Selasa 20 Oktober 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews