Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TANGERANGNEWS.com - Jumlah pemudik dari Pulau Sumatera yang kembali ke Jawa via Pelabuhan Merak sudah mencapai 98 persen. Mereka sudah kembali ke tempat perantauan.
"Udah selesai, hampir 100 persen sudah kembali," ujar GM PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Solikin, Jumat (14/6/2019).
PT ASDP Indonesia Ferry mencatat, pada arus balik kemarin, Pelabuhan Merak telah menyeberangkan sebanyak 902.678 orang ke Sumatera, mereka yang baru kembali ke perantauan sebanyak 883.615 atau 98 persen.
Untuk kendaraan roda empat atau mobil, dari jumlah kendaraan yang menyeberang ke Sumatera tercatat 83.285 unit, sementara yang kembali baru 76.491 unit atau sudah 99 persen.
Kendaraan roda dua tersisa 8 persen lagi yang belum kembali. ASDP telah menyeberangkan sebanyak 110.416 unti dan baru kembali ke Jawa 108.897 unit.
PT ASDP menyatakan arus mudik dan balik sudah selesai dan para pemudik hampir 100 persen sudah kembali ke tempat perantauan untuk kembali beraktifitas.
Evaluasi terhadap pelayanan arus mudik di Pelabuhan Merak terletak pada sistem e-ticketing yang baru pertama kali dilakukan. Masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi untuk mengoptimalkan siatem tersebut.
"Untuk 3 evaluasi itu pertama adalah empowering (memberdayakan) SDM internal kami tentu garus lebig baik lagi, harus meningkatka. kualitas SDM terkait layanan e-ticketing, IT dan lain-lain," katanya. (MI/MRI/HRU)
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TODAY TAGSeorang wanita berinisial HCTW, 20, ditangkap polisi setelah diduga mencoba menjual emas palsu di sebuah toko emas di kawasan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan melimpahkan kewenangan pengelolaan jalan lingkungan dan drainase ke pihak kecamatan, untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews