Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TANGERANGNEWS.com-Merasa tak dilibatkan dalam pembahasan kontrak kerja pembelian besi bekas (scrap) di PT Krakatau Osaka Steel (PT KOS), warga ring 1 di pabrik tersebut melakukan aksi demonstrasi. Mereka mengaku kecewa dengan pabrik baja tersebut.
Warga dari Lingkungan Warnasari dan Rawa Arum sudah dua kali mendemo pabrik tersebut. Warga menyebut kontrak pembelian scrap tidak sesuai dengan janji awal yang harus melibatkan warga sekitar.

"Yang pasti tuntutan kami tidak dipenuhi dan ada yang tidak pas artinya ada etika bisniss yang tidak dijalankan. Contohnya besok itu mediasi, harusnya tidak ada keputusan tapi ada kontrak baru," kata koordinator aksi, Taufiqurrahman, Rabu (22/1/2020).
Keputusan itu menurut Taufiq diambil secara sepihak. Padahal, lanjutnya keputusan diambil setelah adanya mediasi antara perusahaan dan warga di dekat lingkungan pabrik.
"Kecewa, apalagi yang merasa punya kontrak itu seolah-olah mengatakan lingkungan itu tidak penting," kata dia.
Aksi demonstrasi masih berlangsung, rencananya mereka akan mendirikan tenda dan menginap di depan pabrik sampai tuntutan mereka terpenuhi.(RMI/HRU)
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TODAY TAGJadwal Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 telah resmi dirilis.
Motif di balik aksi penganiayaan terhadap seorang caddygolf di Lapangan Golf Modernland, Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang akhirnya terungkap.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews