Seorang suami yang berinisial RN asal Banten menggali kembali makam istrinya Aisyah setelah selama tujuh hari dikubur. (@TangerangNews / Istimewa)
TANGERANGNEWS.com-Memang sedih sekali jika kita harus merasakan kehilangan dari orang yang sangat dicintai. Sama halnya dengan seorang suami yang berinisial RN asal Banten ini.
Namun, dia nekat menggali kembali makam istrinya Aisyah setelah selama tujuh hari dikubur.
RN punya alasan kuat mengapa harus melakukan itu. Ahmad tokoh masyarakat setempat, yakni seorang Ketua RT, di tempat RN bermukim mengatakan, masyarakat RT 18 Cidadap, Kelurahan Tinggar, Kecamatan Curug, Kota Serang itu membongkar lagi makan sang istri tercinta lantaran masih ada yang mengganjal dalam hatinya.
Pasalnya, setelah dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu lalu, jenazah sang istri oleh pihak rumah sakit atau tenaga medis, tidak diantarkan ke rumah duka untuk dimandikan dan disalatkan. “Infonya karena COVID-19 jadi alasannya tidak dimandikan dan tidak disalatkan,” ujar Ahmad.
Merasa janggal, pihak keluarga yang sempat galau itu merasakan ke khawatiran jika nantinya terjadi sesuatu kepada Aisyah sebagaimana ajaran agama Islam.
Karena, pihak keluarga ingin almarhumah dimandikan terlebih dahulu kemudian disalatkan. “Setelah itu baru dimakamkan,” katanya.
Meski dinyatakan sebagai positif COVID-19. Namun, pihak keluarga sampai dengan tujuh hari setelah dimakamkan, tidak juga mendapatkan surat resmi dari rumah sakit hasil laboratorium bahwa almarhumah meninggal dan positif COVID-19.
“Ya seperti ada yang mengganjal karena tidak mendapat surat keterangan. Karena hanya surat keterangan meninggal dunia yang diterima pihak keluarga RN,” ujarnya.
Akhirnya RN menggali kembali makam istrinya, setelah berada di dalam kuburan selama tujuh hari. Setelah itu, jasad sang istri tercinta dimandikan dan disalatkan sebagaiaman mestinya ajaran Agama. “Setelah itu baru merasa lega pihak keluarga,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bakal mengurangi volume pembangunan infrastruktur di wilayahnya imbas kenaikan harga pada sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi.
Sejumlah orang tua dan calon peserta didik di Kota Tangerang masih mengeluhkan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang belum diterima melalui WhatsApp.
Jalan rusak di kawasan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali memakan korban. Kali ini seorang pengemudi ojek online (ojol) luka-luka akibat menghantam jalan berlubang di Jalan Raya Rawa Buntu, tepatnya di kawasan Flyover Stasiun Rawa buntu
Final cabang olahraga sepak bola Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XII Banten 2026 akan menghadirkan duel sarat gengsi antara Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang di Stadion Seruni, Kota Cilegon, Selasa, 16 Juni 2026.
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""