Sering Jadi Bahan Candaan, Ternyata Ini Asal-usul Nama Kelurahan Bencongan Kabupaten Tangerang
Kamis, 6 Agustus 2026 | 09:49
Nama Kelurahan Bencongan di Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, kerap memancing perhatian karena dianggap unik.
TANGERANGNEWS.com–Seorang perempuan muda berinisial DO, 20, ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di kamar indekosnya di Banten Girang, Kelurahan Cipare, Kota Serang, Banten.
Kapolsek Serang Kompol Bambang Wibisono menyebutkan, korban ditemukan tak bernyawa oleh suaminya sendiri yang baru pulang bekerja pada Minggu, 12 Desember 2021 pagi.
"Penemuan kemarin pagi sekitar pukul 09.00. Saat ditemukan mayat sudah terbujur kaku," kata Bambang dalam keterangannya, Senin, 13 Desember 2021.
Bambang mengatakan, berdasarkan hasil olah TKP sementara, kamar tempat penemuan mayat tersebut terkunci dari dalam. Pintu baru bisa terbuka setelah suami korban bersama tetangga menjebolnya.
Suami korban yang melihat istrinya sudah terbujur kaku, kemudian langsung melaporkan ke polisi.
“Jenazah korban dibawa ke RSUD Drajat Perwira, Kota Serang, untuk diautopsi,” ucap Bambang.
Ia mengungkapkan bahwa saat dilakukan autopsi terdapat luka di bagian paha korban sebelah kanan.
Sejauh ini Polsek Serang belum mengetahui penyebab wanita asal Kuningan, Jawa Barat itu meninggal.
Pihak kepolisian saat ini masih meminta keterangan sejumlah pihak, termasuk suami korban dan pemilik indekos untuk mencari tahu penyebab kasus penemuan mayat itu.
Nama Kelurahan Bencongan di Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, kerap memancing perhatian karena dianggap unik.
TODAY TAGSekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menanggapi munculnya komentar yang dinilai tidak berempati dari sejumlah akun yang mengaku sebagai tenaga kesehatan terhadap pasien BPJS Kesehatan bernama Yurizal Tri Chaerawan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews