Connect With Us

Bedah Buku Zikiran Sultan Banten, Asda Komarudin: Ungkap Tradisi yang Terlupakan

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 29 Juli 2022 | 11:20

Bedah Buku Zikiran Sultan: Tradisi yang Terlupakan Ahmad Syaikhu. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah (Asda I) Provinsi Banten Komarudin memuji penulis buku "Zikiran Sultan: Tradisi yang Terlupakan", Ahmad Syaikhu. 

Menurutnya, buku tersebut istimewa karena menggali jejak-jejak pribumisasi Islam dalam bentuk zikiran yang masih dilestarikan hingga sekarang.

“Dari buku ini kita tahu, bicara tentang Sultan Banten itu bukan hanya soal figur atau pemimpin, tapi di situ ada tradisi, ada peradaban,” katanya saat menjadi Keynote Speaker pada acara bedah buku tersebut, Kamis 28 Juli 2022. 

Komar menjelaskan, para Sultan Banten, utamanya Maulana Hasanuddin, merupakan pelopor sekaligus pembangun peradaban Islam di tanah Jawara. 

Ia begitu dihormati sehingga namanya sering disebut dalam tradisi zikiran yang konon telah dipraktikkan secara turun temurun. 

Namun, karena peradaban itu tertimpa oleh dinamika zaman, seperti adanya kolonialisasi dan globalisasi, akhirnya banyak masyarakat yang kehilangan jejak. 

“Jadi kalau hari ini saudara Ahmad Syaikhu menulis buku ini, saya kira itu adalah bagian dari ikhtiar kita untuk menggali peradaban di masa lalu, sebuah tradisi yang terlupakan,” ujarnya. 

Komar memandang peradaban di masa lampau penting sebagai khazanah atau sumber pijakan untuk mengisi peradaban sekarang dan akan datang. 

Meski peradaban bersifat dinamis, nilai-nilai kearifan di masa lalu disebut jadi kekuatan dalam membentuk masa depan. 

“Penulis seperti Akhmad Syaikhu ini langka, belum tentu dari ribuan orang ada yang nulis seperti ini, mudah-mudahan karya ini jadi amal jariyah, jadi legacy yang berkontribusi bagi peradaban,” tandas Komar. 

Sementara itu, Ahmad Syaikhu membeberkan alasannya mengapa ia mengangkat tema Zikiran Sultan. Di samping menggali khazanah intelektual di Banten, dirinya juga hendak menggugah kesadaran masyarakat untuk giat berliterasi. 

“Bahwa kita punya lho tradisi keislaman yang unik, salah satunya ya tradisi Zikiran Sultan ini yang sudah dipraktikan sejak lama,” ungkapnya. 

Ia memaparkan, Zikiran Sultan pada dasarnya adalah refleksi dan penghormatan terhadap para Sultan di Banten, di antaranya Maulana Hasanuddin dan Abul Mafakhir. 

Penghormatan diwujudkan dalam bentuk penyebutan atau pemujaan nama baik melalui tawassul (perantaraan seperti menghadiahkan bacaan Surat Al-Fatihah), manaqiban (pembacaan biografi), doa-doa, dan sejenisnya. 

“Isi amalan Zikiran Sultan banyak shalawatan, juga hizib, dan sebagainya. Ada yang menyebut wiridan ba’da tarawih, ada juga menyebut Shalawatan Kenari,” terangnya. 

Saat ini, lanjut Syaikhu, hanya ada satu tempat di mana masyarakat masih kuat mengamalkan Zikiran Sultan, yaitu Kampung Selatip, Desa Lontar, Kemiri, Kabupaten Tangerang. 

Mereka melakukan zikir saat menjelang atau setelah salat tarawih, Idul Fitri, dan Idul Adha. “Praktik zikiran diiringi dengan langgam khas dan bedug, dilakukan berjama’ah di masjid atau mushola,” imbuhnya. 

Kegiatan bedah buku Zikiran Sultan Banten dihadiri sejumlah tokoh, akademisi, dan pegiat literasi. Selain Komarudin, hadir pula Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Banten Hadisa Mansyur, penulis buku Dialektika Teks Kitab Suci Masykur Wahid, dan penulis buku Menuju Demokrasi Substansial Subandi Musbah.

HIBURAN
Wilsen Willim Hadirkan Koleksi Busana Imlek 2026 Timeless di Pendopo Alam Sutera, Cocok Digunakan Harian

Wilsen Willim Hadirkan Koleksi Busana Imlek 2026 Timeless di Pendopo Alam Sutera, Cocok Digunakan Harian

Minggu, 8 Februari 2026 | 20:20

Menyambut Tahun Baru Imlek 2026, dunia fesyen tanah air kembali diramaikan dengan gebrakan inovatif yang memadukan tradisi dan gaya hidup modern.

WISATA
Tak Terurus, Telaga Biru Cigaru Kini Sudah Tak Lagi Biru

Tak Terurus, Telaga Biru Cigaru Kini Sudah Tak Lagi Biru

Jumat, 6 Februari 2026 | 21:55

Telaga Biru Cigaru di Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, yang dulu pernah menjadi wisata favorit keluarga untuk menikmati momen liburan, kini tampak sepi dan terbengkalai.

KAB. TANGERANG
2 Rumah Warga Sukamulya Rusak Terimpa Pohon Tumbang

2 Rumah Warga Sukamulya Rusak Terimpa Pohon Tumbang

Senin, 9 Februari 2026 | 14:03

Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan menimpa dua rumah milik warga di Kampung Asem, Desa Kubangan, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, pada Minggu 8 Februari 2026.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill