KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Video penggalian makam untuk merelokasi jasad di pemakaman kawasan Cilodan, Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, viral di sosial media. Pasalnya, banyak jasad yang masih dalam keadaan utuh meski sudah dimakamkan puluhan tahun lalu.
Berdasarkan informasi, dari total 300 makam yang ada di lokasi, sekitar 152 jasad dipindahkan. Relokasi dilakukan PT Chandra Asri, sejak 25 Agustus 2022 hingga Minggu 18 September 2022, lantaran lahannya telah diruislag (tukar guling) perusahaan tersebut dengan ahli waris.
“Saat pembongkaran itu tiap hari ada aja yang utuh, bahkan hari terakhir itu dari 67, yang utuh ada 43 atau berapa gitu,” kata Lurah Gunung Sugih Rustam Effendi, seperti dikutip dari Bantennews, Minggu 18 September 2022.
Jasad yang ada di makam yang sudah digali tersebut, kemudian dialihkan ke wilayah Desa Grogol, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang.
Rustam menambahkan, dari sejumlah jasad yang dipindahkan, ada jasad remaja wanita yang masih utuh, padahal sudah dikubur 50 puluh tahun yang lalu. "Bahkan beberapa kain kafan saat dibuka ada yang harum,” ujarnya.
Rustam menjelaskan, wilayah Kampung Cilodan, Kelurahan Gunung Sugih terkenal dengan warganya yang taat beribadah lantaran dihuni banyak santri.
“Bahkan sebelum saya jadi lurah juga, pernah mendengar kalau wilayah Cilodan ini taat sekali dalam menjalankan ibadah,” tuturnya.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGSulit tidur, bangun dalam kondisi tetap lelah, sulit berkonsentrasi hingga sering lupa menjadi keluhan yang kerap muncul di tengah gaya hidup masyarakat urban
Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.
Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews