Connect With Us

4 Kali Meletus, Status Gunung Anak Krakatau Masih Siaga

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 26 Oktober 2022 | 08:49

Bidik layar rekaman CCTV aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Kamis, 4 Agustus 2022. (Istimewa / @TangerangNews.com)

TANGERANGNEWS.com-Masyarakat, pengunjung, wisatawan dan pendaki direkomendasikan agar tdak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif. Status Gunung Anak Krakatau saat ini masih di level III atau siaga.

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda aktivitasnya kembali meningkat dengan ditandai terjadinya empat kali letusan pada Selasa, 25 Oktober 2022. 

Berdasarkan laporan dari Kementerian ESDM, erupsi pertama terjadi pukul 07.27 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 200 meter di atas puncak atau ± 357 meter di atas permukaan laut. 

Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 21 detik. 

Erupsi kedua, terjadi pukul 09:56 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 150 meter di atas puncak atau ± 307  di atas permukaan laut. 

Baca juga: Ditarget Tuntas Akhir 2022, Bupati Tangerang Minta Masyarakat Sabar Soal Macet dan Banjir

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 42 milimeter dan durasi 25 detik," tulis laporan petugas Anwar Muckhlisin di magma.esdm.go.id dilansir pada Rabu, 26 Oktober 2022.

Erupsi ketiga terjadi pukul 17:11 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 150 meter di atas puncak atau ± 307 meter di atas permukaan laut. Secara visual, kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah timur laut. 

"Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 17 detik."

Tidak berselang lama, erupsi keempat terjadi pukul 18:45 WIB. Namun, secara visual letusan tidak teramati dengan aktifitas terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 2 milimeter dan durasi 367 detik. 

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill