Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Masyarakat, pengunjung, wisatawan dan pendaki direkomendasikan agar tdak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif. Status Gunung Anak Krakatau saat ini masih di level III atau siaga.
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda aktivitasnya kembali meningkat dengan ditandai terjadinya empat kali letusan pada Selasa, 25 Oktober 2022.
Berdasarkan laporan dari Kementerian ESDM, erupsi pertama terjadi pukul 07.27 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 200 meter di atas puncak atau ± 357 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 21 detik.
Erupsi kedua, terjadi pukul 09:56 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 150 meter di atas puncak atau ± 307 di atas permukaan laut.
Baca juga: Ditarget Tuntas Akhir 2022, Bupati Tangerang Minta Masyarakat Sabar Soal Macet dan Banjir
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 42 milimeter dan durasi 25 detik," tulis laporan petugas Anwar Muckhlisin di magma.esdm.go.id dilansir pada Rabu, 26 Oktober 2022.
Erupsi ketiga terjadi pukul 17:11 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 150 meter di atas puncak atau ± 307 meter di atas permukaan laut. Secara visual, kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah timur laut.
"Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 17 detik."
Tidak berselang lama, erupsi keempat terjadi pukul 18:45 WIB. Namun, secara visual letusan tidak teramati dengan aktifitas terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 2 milimeter dan durasi 367 detik.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Aksi nekat warga negara Korea Selatan (Korsel) berinisial JJ, 25, berujung jeruji besi. Ia diringkus setelah kedapatan menyelundupkan satwa liar endemik Indonesia yang disembunyikan di dalam kopernya, di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)
Setelah hampir dua dekade bertumbuh di industri ritel Indonesia, PT Star Maju Sentosa secara resmi memperkenalkan Joysparks Group sebagai identitas korporat baru yang menaungi seluruh portofolio bisnis perusahaan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews