Andra Soni Dorong Pengusaha Muda Manfaatkan Peluang dari Program MBG
Kamis, 7 Mei 2026 | 16:16
Gubernur Banten Andra Soni mendorong para pengusaha muda untuk menangkap peluang besar dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
TANGERANGNEWS.com-Bahan bakar minyak (BBM) kembali mengalami penyesuaian untuk jenis nonsubsidi yang mulai berlaku per hari ini, Kamis 1 Desember 2022.
Penyesuaian ini dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) yang diumumkan melalui laman resminya.
Pertamina menyebut hal ini dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.
Melansir dari bisnis.com, diketahui BBM nonsubsidi Pertamax naik 6,29 persen dari bulan sebelumnya, yakni Rp14.300 menjadi Rp15.200 per liter untuk wilayah Jabodetabek.
Pertamina Dex pun ikut mengalami penyesuaian, yakni naik dari sebelumnya Rp18.550 menjadi Rp18.800 per liter atau naik 1,34 persen.
Tak hanya itu, harga Dexlite menjadi Rp18.300 atau naik 1,6 persen, jika dibandingkan harga sebelumnya yaitu Rp18.000.
Adapun, harga BBM bersubsidi tidak mengalami penyesuaian. Harga Pertalite saat ini masih Rp10.000 per liter, dan harga Pertamax Rp13.900 per liter.
Berikut ini daftar harga terbaru BBM Pertamina yang berlaku mulai 1 Desember untuk wilayah Provinsi Banten:
Pertamax Turbo : Rp15.200
Pertamax : Rp13.900
Pertamina Dex : Rp18.800
Dexlite : Rp18.300
Pertalite : Rp10.000
Solar : Rp6.800
Gubernur Banten Andra Soni mendorong para pengusaha muda untuk menangkap peluang besar dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
TODAY TAGMantan Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany baru saja dinobatkan sebagai Outstanding Influential Woman Leader in Regional Development dalam ajang bergengsi CNN Indonesia Leading Women Awards 2026.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews