Connect With Us

Majukan Sektor Agrikultur, PLN Terapkan Smart Farming Pada KWT Anthurium Tangerang

Fahrul Dwi Putra | Sabtu, 31 Agustus 2024 | 19:50

Kegiatan "Merdeka dengan Electrifying Agriculture" untuk diterapkan pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Anthurium di Pondok Arum, Kelurahan Nambo Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, pada Kamis, 29 Agustus 2024. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten menggelar program bertajuk "Merdeka dengan Electrifying Agriculture" untuk diterapkan pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Anthurium di Pondok Arum, Kelurahan Nambo Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, pada Kamis, 29 Agustus 2024.

Di kawasan Anthurium, listrik dari PLN digunakan untuk berbagai kegiatan smart farming dan mendukung pertanian, termasuk mengoperasikan mesin penyiraman otomatis, pompa air, dan peralatan elektronik lainnya.

Adapun acara tersebut dihadiri oleh Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cikokol Badruz Zaman, Kepala Bidang Pertanian Dinas Ketahanan Pangan drh. Ibnu Ariefyanto, Lurah Nambo Jaya Hadi Dharnamawan, Ketua KWT Anthurium Yuliana Dharmawan, serta perwakilan Srikandi PLN. 

Kepala Bidang Pertanian Dinas Ketahanan Pangan drh. Ibnu Ariefyanto menyatakan pihaknya memberikan dukungan terhadap program Electrifying Agriculture dari PLN, karena dinilai mampu mendorong sektor agrikultur di Kota Tangerang.

 "Semoga perkembangan KWT ini dapat menginspirasi KWT lainnya untuk terus bergerak dan produktif," ungkapnya.

Program Electrifying Agriculture memberikan dampak positif nyata bagi KWT Anthurium. Dengan penerapan metode smart farming, pendapatan KWT Anthurium dapat meningkat hingga 40%, dari rata-rata Rp 850 ribu menjadi Rp 1,2 juta per bulan.

"Sangat puas sekali dan kami bisa langsung merasakan keuntungannya dimana dengan ini semakin efisien karena tidak lagi bergantung dengan mesin diesel. PLN juga memperkenalkan PLN Mobile, dimana ini sangat membantu urusan kelistrikan kami," ujar Ketua KWT Anthurium Yuliana Darmawan.

Yuliana juga menyebutkan, hasil panen di Anthurium Farm meningkat 47%, dari rata-rata 17 kilogram (kg) menjadi 25 kg per bulan setelah menggunakan teknik DFT (Deep Flow Technique) yang didukung oleh listrik PLN. 

"Sebelum menggunakan Sistem DFT (Deep Flow Technique), kebun kami menggunakan teknik konvensional, butuh waktu rata-rata enam minggu untuk usia panen sayur, setelah menggunakan listrik untuk mensirkulasikan air ke dalam instalasi hidroponik umur panen kebun kami dapat lebih cepat," tambahnya.

Sementara itu, General Manager PLN UID Banten Moch. Andy Adchaminoerdin mengajak pelaku usaha pertanian untuk memanfaatkan program Electrifying Agriculture ini. 

"Program Electrifying Agriculture ini merupakan salah satu inovasi PLN dengan pemanfaatan energi listrik di bidang agrikultur seperti pertanian, perikanan, perkebunan serta peternakan yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional," tutup Andy.

KOTA TANGERANG
Sidak Fasum Sambil Bersepeda, Sachrudin Geram Temukan Truk Sampah hingga Toilet GOR Rusak

Sidak Fasum Sambil Bersepeda, Sachrudin Geram Temukan Truk Sampah hingga Toilet GOR Rusak

Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58

Wali Kota Tangerang Sachrudin melakukan sidak fasilitas umum (fasum) di wilayahnya sambil bersepeda pada Sabtu 30 Mei 2026, pagi.

AYO! TANGERANG CERDAS
SPMB Kota Tangerang 2026 Dibagi 3 Wilayah, Orangtua Wajib Cek Zona Domisili Sekolah

SPMB Kota Tangerang 2026 Dibagi 3 Wilayah, Orangtua Wajib Cek Zona Domisili Sekolah

Kamis, 21 Mei 2026 | 09:27

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mulai mematangkan menetapkan pembagian wilayah domisili bagi calon peserta didik terkait Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPMB) 2026 untuk jenjang SD dan SMP.

PROPERTI
Ada Rumah Rasa Villa Mulai Rp400 Jutaan Hanya 25 Menit dari BSD

Ada Rumah Rasa Villa Mulai Rp400 Jutaan Hanya 25 Menit dari BSD

Kamis, 21 Mei 2026 | 23:28

Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.

BANDARA
Jemaah Haji 2026 Mulai Pulang Besok, Keluarga Diimbau Tidak Jemput di Bandara Soekarno-Hatta

Jemaah Haji 2026 Mulai Pulang Besok, Keluarga Diimbau Tidak Jemput di Bandara Soekarno-Hatta

Minggu, 31 Mei 2026 | 20:59

Bandara Internasional Soekarno-Hatta memastikan kesiapan penuh untuk menyambut dan melayani kepulangan 34.853 jemaah haji Indonesia Tahun 1447 H/2026 M.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill