Connect With Us

Calon Independen Terancam Tak Ikut Pilgub

| Jumat, 15 Juli 2011 | 19:46

Ikon Pilkada Gubernur Banten. (tangerangnews / rangga)


TANGERANG-Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Banten dari perseorang Dwi Jatmiko dan Tjetjep Mulyadinata terancam tidak akan ikut Pemilihan Gubernur Banten. Pasalnya, dari hasil verifikasi factual, persyaratan dukungan yang dimiliki pasangan Dwi Jatmiko dan Tjetjep Mulyadinata tidak mencapai 410.313 dukungan.

Ketua Pokja Pendaftaran KPU Banten Agus Supriatna mengatakan, dari hasil verifikasi factual, jumlah dukungan pasangan Dwi Jatmiko dan Tjetjep Mulyadinata hanya mencapai 166.562 dukungan atau masih terdapat kekurangan sebanyak 243.751 dukungan. “Dari hasil verifikasi banyak ditemukan dukungan ganda, sehingga pasangan Dwi dan Tjetjep harus kembali menyiapkan dukungan baru,” kata Agus.

Agus menyatakan, sesuai pasal 40 Peraturan KPU Nomor 13/2010 disebutkan jika ditemukan dukungan ganda saat dilakukan verifikasi factual maka harus kembali menyerahkan dukungan baru maksimal dua kali lipat dari dukungan yang dianggap ganda tersebut. “Itu maksimalnya dua kali lipat, tapi setidaknya pasangan Dwi dan Tjetjep harus memenuhi minimalnya lebih dari jumlah dukungan yang kurang tersebut,” ujar Agus. 
Untuk tenggat waktu penyerahan dukungan hanya diberikan waktu selama 7 hari atau terhitung dari tanggal 16 -22 Juli 2011 mendatang. “Setelah menyerahkan dukungan baru, kami akan lakukan verifikasi faktual kembali,” terang dia.   
Jika dari hasil verifikasi tersebut dukungan kembali kurang, maka secara otomatis pasangan Dwi Jatmiko dan Tjetjep Mulyadinata tidak memenuhi persyarat untuk menjadi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur. “Jika tidak terpenuhi, otomatis pasangan ini tidak bisa menjadi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur,” katanya. (FUA)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

NASIONAL
Pengangguran Anak Muda Tembus 17 Persen, Upah Stagnan Bikin Gen Z Tunda Menikah dan Beli Rumah

Pengangguran Anak Muda Tembus 17 Persen, Upah Stagnan Bikin Gen Z Tunda Menikah dan Beli Rumah

Sabtu, 7 November 2026 | 15:43

Tingkat pengangguran anak muda di Indonesia perlu menjadi perhatian serius dalam menyambut momentum bonus demografi.

OPINI
Balita Terserang ISPA, Kemana Peran Negara?

Balita Terserang ISPA, Kemana Peran Negara?

Jumat, 6 November 2026 | 16:22

Empat bulan lebih karhutla melanda hutan Indonesia. Titik api pun tidak kunjung hilang walau pejuang damkar terus berupaya padamkan bara. Tidak sedikit api menyambar rumah warga, hingga mengungsi ke wilayah amhan walau harus kehilangan hunian mereka.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill