Connect With Us

Ada 1.659 Kasus Kanker pada 2024, RSUD Banten Hadirkan Layanan Radioterapi dan Kemoterapi

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 9 Mei 2025 | 22:28

Gedung RSUD Banten di Jalan Syech Nawawi Al Bantani, Banjarsari, Cipocok Jaya, Kota Serang. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-RSUD Banten kini memiliki fasilitas pelayanan radioterapi dan kemoterapi untuk penanganan pasien kanker.

Fasilitas tersebut diresmikan langsung Gubernur Banten Andra Soni berupa Gedung Bunker Radioterapi dan Operasional Pelayanan Kemoterapi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten di Jalan Syech Nawawi Al Bantani, Banjarsari, Cipocok Jaya, Kota Serang, Kamis, 8 Mei 2025.

Andra Soni menekankan pentingnya peningkatan akses layanan kesehatan, khususnya untuk penanganan kanker yang masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Peresmian itu turut memperkuat sistem kesehatan Provinsi Banten,untuk menghadapi salah satu penyakit mematikan di Indonesia tersebut.

"Dengan hadirnya fasilitas radioterapi dan kemoterapi ini, masyarakat Banten tidak perlu lagi dirujuk keluar daerah untuk mendapatkan layanan pengobatan kanker yang komprehensif," katanya.

Menurutnya, RSUD Banten kini telah dilengkapi dengan tenaga medis profesional, teknologi mutakhir, serta infrastruktur yang memenuhi standar keselamatan internasional.

"Ini adalah langkah besar untuk menjadikan RSUD Banten sebagai rumah sakit rujukan regional yang unggul," ujar Andra Soni.

Meskipun bunker radioterapi telah selesai dibangun, kata Andra Soni, peralatan radioterapi yang akan digunakan masih menunggu pengadaan dari Pemerintah Pusat melalui hibah APBN.

Namun, beberapa layanan kemoterapi sudah dapat dilakukan di RSUD Banten, memberi harapan baru bagi pasien kanker di wilayah Banten.

"Kami berharap dengan peresmian ini, kita tidak hanya meningkatkan akses dan mutu layanan, tetapi juga memperkuat semangat untuk terus berinovasi dan membangun sistem kesehatan yang tangguh, humanis, dan berkeadilan," jelas Andra.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas itu didorong oleh tingginya angka kasus kanker di Indonesia.

Berdasarkan data yang ada, kasus kanker diperkirakan akan meningkat hingga 70% pada tahun 2050 jika tidak ditangani secara tepat.

Saat ini, kanker merupakan penyebab kematian kedua tertinggi di Indonesia, dengan sekitar 240.000 kasus setiap tahun.

"Di Provinsi Banten sendiri, pada tahun 2024 tercatat ada 1.659 kasus kanker baru. Sementara hingga April 2025 terdapat 472 kasus baru," ungkap Ati.

Ditambahkan Ati, kanker payudara, kanker serviks, kanker paru-paru, dan kanker kolorektal merupakan jenis kanker yang paling banyak ditemukan.

"Dengan meningkatnya jumlah penderita kanker setiap tahunnya, diperlukan langkah konkret untuk memperluas akses layanan onkologi," ujarnya.

Dikatakan Ati, RSUD Banten kini memiliki tujuh tenaga medis sub spesialis yang fokus menangani berbagai jenis kanker.

Gedung bunker yang diresmikan memiliki tiga ruangan utama, yaitu Ruang Simulator yang digunakan untuk memastikan ketepatan sasaran sebelum tindakan penyinaran dilakukan, memastikan radiasi tepat pada sel kanker dan meminimalkan kerusakan pada jaringan sehat.

Kemudian Ruang Linear Accelerator (LINAC) digunakan untuk penanganan kanker di luar area rahim atau ovarium, dengan teknologi yang mampu menargetkan tumor secara presisi.

Di dalam bunker itu juga terdapat Ruang Brakiterapi (Brachytherapy), khusus untuk penanganan kanker pada wanita, seperti kanker serviks dan ovarium, di mana radiasi dilakukan langsung pada area tumor untuk efektivitas yang lebih tinggi.

Ati mengungkapkan, RSUD Banten bekerja sama dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sebagai rumah sakit pengampu, untuk memastikan setiap tindakan medis dapat dilakukan dengan tepat dan efektif, termasuk dalam menangani kasus-kasus yang lebih kompleks.

Dengan adanya jaringan rujukan ini, pasien dapat menerima penanganan yang lebih cepat dan akurat.

"Harapannya, setelah alat radioterapi ini terpasang dan diuji coba, RSUD Banten dapat menjadi pusat layanan kanker terkemuka di wilayah Banten. Memberikan harapan baru bagi ribuan pasien kanker di Provinsi Banten," tutup Ati.

BANTEN
SPMB Banten 2026 Dipantau KPK, Inspektorat Pemprov Diminta Awasi hingga Rampung

SPMB Banten 2026 Dipantau KPK, Inspektorat Pemprov Diminta Awasi hingga Rampung

Jumat, 26 Juni 2026 | 18:59

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia melakukan monitoring langsung terhadap penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Provinsi Banten.

NASIONAL
Mengenal PMOS, Istilah Baru Pengganti PCOS dan Dampaknya bagi Wanita

Mengenal PMOS, Istilah Baru Pengganti PCOS dan Dampaknya bagi Wanita

Jumat, 26 Juni 2026 | 18:34

Perubahan nama ini didasari oleh tingginya angka underdiagnosis atau kasus yang tidak terdeteksi di masyarakat.

BISNIS
Hadapi Era Digital, Habib Idrus Ajak Pemuda Perkuat Empat Pilar dan Lirik Bisnis Affiliate

Hadapi Era Digital, Habib Idrus Ajak Pemuda Perkuat Empat Pilar dan Lirik Bisnis Affiliate

Senin, 22 Juni 2026 | 11:45

Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya tantangan sosial, penguatan nilai-nilai kebangsaan dinilai menjadi benteng utama dalam menjaga persatuan bangsa.

TANGSEL
Hasil SPMB SMPN Tangsel 2026 Jalur Domisili Diumumkan Malam Ini, Wali Kota Jamin Tidak Ada Titipan

Hasil SPMB SMPN Tangsel 2026 Jalur Domisili Diumumkan Malam Ini, Wali Kota Jamin Tidak Ada Titipan

Jumat, 26 Juni 2026 | 18:15

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) dijadwalkan akan mengumumkan hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP Negeri Tahap I untuk jalur domisili pada malam ini, Kamis, 26 Juni 2026, tepat pukul 21.00 WIB.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill